Balita Perlu Dipijat untuk Tingkatkan Nafsu Makan

Balita Perlu Dipijat untuk Tingkatkan Nafsu Makan

Foto: Dinkes Bojonegoro 2014

BojonegoroToday – Pengembangan gizi balita bisa dilakukan dengan berbagai cara. Umumnya masyarakat memandang bahwa meningkatkan gizi anak dan balita sebatas pada pemberian makanan yang mengandung gizi optimal seperti buah, ikan, sayuran, susu,dan sumber makanan lainnya saja. Hal ini memang terbilang mudah untuk diterapkan warga dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas.

Namun demikian kenyataan bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang hidup dalam keadaan serba minimal. Kalangan menengah ke bawah masih sangat banyak. Oleh karena itu ancaman adanya anak dan balita kurang gizi masih menjadi PR yang harus dikerjakan oleh pemerintah dan para orang tua.

Salah satu solusi pengembangan gizi balita yang ditawarkan oleh pihak Dinas Kesehatan Bojonegoro Jawa Timur adalah dengan menggalakkan program POS GiZI. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Bapak Suharto, SH, M.Si., salah satu kegiatan untuk mengembangkan pos gizi adalah dengan melakukan pijat balita.

Pos Gizi adalah upaya pemulihan balita kurang gizi melalui pemberdayaan masyarakat  dengan pendekatan perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat bisa belajar bahwa balita keluarga miskin pun bisa memperoleh gizi yang baik, demikian ungkap Suharto dalam Workshop pengembangan Pos Gizi, (13/1/2014) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Suharto menilai bahwa penyebab balita kurang gizi di antaranya adalah menurunnya nafsu makan. Maka pijat balita merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah nafsu makan tersebut.

Ibu Sutarmi, MN, CIMI, salah satu instruktur Pijat Balita menyatakan bahwa manfaat pijat balita sangat banyak. Di antaranya adalah menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan daya tahan tubuh, stimulasi sensory integrasi, meningkatkan kesadaran dan percaya diri, meningkatkan kualitas tidur, kontrol emosional dan ketenangan serta kenyamanan, membentuk dan meningkatkan hubungan kasih sayang antara orang tua mengurangi nyeri, menghilangkan gas, konstipasi dan kolik.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen senior di Poltekkes Kemenkes Semarang ini juga menjelaskan bagian tubuh balita yang boleh di pijat. Yakni bagian kaki dan telapak kaki, perut, dada, lengan dan tangan, muka, dan punggung.

Sementara untuk jenis minyak pijat yang direkomendasikan adalah minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bahan organik misal minyak kelapa, minyak almond, dan lain-lain. (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *