Bayi di Bojonegoro Jadi Calon Jamaah Haji

Jamaah haji bayi

Ilustrasi

BojonegoroToday – Seorang bayi berusia 11 bulan didaftarkan menjadi calon jamaah haji (CJH) di kota Bojonegoro. Bayi yang bernama Ghaffaruwaisy Faghazi Pramono ini dijadwalkan akan berangkat setelah antrian 18 tahun. Lamanya antrian haji justru membuat masyarakat Bojonegoro ramai mendaftarkan anggota keluarganya.

Ghaffaruwaisy adalah cucu dari Yudi Pramono, Kepala SMK 1 Bojonegoro. Selain dia, menurut data di Kementerian agama setempat, ada 25 bayi lainnya yang juga didaftarkan CJH. Jumlah tersebut belum termasuk anak-anak usia antara 5 tahun hingga 13 tahun yang telah didaftarkan menjadi CJH.

“Jumlahnya cukup banyak”, kata Wakhid Mulyono, Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro.

Hingga saat ini tidak ada aturan usia minimum untuk menjadi CJH, yang ada hanyalah aturan usia minimum saat keberangkatan yakni 18 tahun. Jadi, Ghaffaruwaisy nanti pada saat keberangkatan sudah memenuhi kriteria sebagai jamaah haji Indonesia.

Tahun ini pendaftar CJH sudah mencapai 20 ribu orang di Bojonegoro, rata-rata pertahun ada sekitar 1.050 CJH. “Dengan realitas semacam ini, daftar tunggu haji di Bojonegoro bisa makin panjang. Bisa jadi lebih dari 18 tahun,” ujar Wakhid kepada wartawan.

Cara mendaftar menjadi calon jamaah haji cukup mudah. Bagi balita cukup menyertakan kartu keluarga, bila dewasa dengan melampirkan KTP. Dana wajib yang harus disetorkan senilai Rp 25 juta, bisa dilunasi ketika menjelang keberangkatan. (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *