Bojonegoro Bangun Laboratorium Lingkungan pada 2015

laboratorium lingkungan hidup

Foto: menlh.go.id

BojonegoroToday – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengalokasikan dana sekitar Rp 2,5 milyar untuk pembangunan laboratorium lingkungan, yang diharapkan mampu mencegah perusakan dan pencemaran lingkungan.

Dibangunnya laboratorium kesehatan ini dikarenakan besarnya ancaman terhadap lingkungan karena wilayah Bojonegoro akan menjadi lahan eksplorasi migas berskala besar. Selain itu juga karena Bojonegoro dilewati oleh sungai Bengawan Solo, yang menjadi pembungan limbah kawasan industri hulu di Jawa Tengah.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro, Tedjo Sukmono mengatakan kepada wartawan, “Program pembangunan laboratorium lingkungan sudah kita usulkan tahun ini, tetapi karena ada sejumlah program yang belum masuk, maka dilakukan revisi yang untuk selanjutnya akan diusulkan di dalam APBD 2015”. 

Anggaran dana sebesar Rp 2,5 milyar akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan membeli peralatan, serta untuk memberi pelatihan kepada staff agar mempunyai keterampilan dalam menangani isu lingkungan.

Penambahan personel dan pelatihan keterampilan ini penting dan menjadi syarat utama agar pengawasan lingkungan bisa berjalan dengan baik. Sebagai contoh ketika ada pencemaran lingkungan yang diakibatkan aktivitas industri migas, BLH Bojonegoro tidak perlu lagi membawa sampel ke Gresik dan Surabaya.

“Keberadaan laboratorium lingkungan akan mempercepat penanganan kasus pencemaran lingkungan, juga pengawasan lingkungan dari pencemaran,” ujar Tedjo sebagaimana dilansir Tribunnews pada (13/9/2014).

Memiliki sebuah laboratorium lingkungan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap daerah, karena tingginya ancamana pencemaran lingkungan, terutama di daerah perindustrian.

Sebagaimana dinyatakan oleh Ediyanto, staff Kementerian Lingkungan Hidup ketika mengunjungi Bojonegoro, “Di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Kediri dan Gresik, sudah memiliki laboratorium lingkungan, karena keberadaanya memang sudah menjadi tuntutan bagi daerah.” (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *