Kemarau Panjang, Bojonegoro Mulai Krisis Air

krisis air

BojonegoroToday – Dampak kemarau panjang sejak Mei lalu mulai menimpa beberapa desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Beberapa desa di wilayah selatan dan timur Kab. Bojonegoro seperti Desa Wedoro Kecamatan Sugihwaras, Desa Ngumpakndalem Kecamatan Dander, dan Desa Megale, Kecamatan Kedungadem meminta bantuan air bersih ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Adie Witjaksono, bahwa ketiga desa tersebut sudah krisis air sejak awal Agustus 2014. Pihaknya pun saat ini menyalurkan bantuan air bersih secara bergiliran untuk ketiga wilayah desa tersebut dengan menggunakan truk tangki air bersih.

Ia menyatakan bahwa pengiriman bantuan sebanyak 5.000 liter dan hanya untuk memenuhi kebutuhan air minum untuk warga.

Tahun ini diperkirakan daerah di Kab. Bojonegoro yang mengalami krisis akibat kemarau panjang semakin lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Puncak kekeringan akibat kemarau ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan September nanti.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bojonegoro, Amir Sahid, saat dikonfirmasi tentang hal ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan siap menyalurkan bantuan berupa pasokan air bersih untuk warga Bojonegoro yang mengalami krisis air bersih.

Ia menyatakan bahwa pihaknya kan melakukan kerjasama dengan Disnakertransos untuk proses pengiriman suplai air bersih kepada warga yang mengalami krisis air. (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *