Kesulitan Air Melanda 46 Desa

Kesulitan Air Melanda 46 Desa

Bojonegoro – Sebanyak 46 desa di 16 Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur setidaknya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi EL Nino. Warga mulai merasa kesulitan mendapatkan air bersih sehingga mereka mengajukan permintaan pasokan air bersih kepada pemerintah.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dampak kesulitan air bersih kali ini mencapai area yang semakin luas. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Senin (29/9) kemarin mengatakan bahwa selama musim kemarau di Bojonegoro belum pernah hujan turun.

Selama ini pihak yang membantu dalam proses suplai air bersih untuk warga desa di Bojonegoro adalah Mobil Cepu Limited (MCL), dan Disnakertransos. Pasokan air bersih disalurkan kepada sejumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Air yang disalurkan BPBD diberikan untuk warga desa yang sifatnya darurat yang  benar-benar membutuhkan air bersih. Dalam memenuhi permintaan ini pihaknya menyalurkan air yang diangkut dengan enam truk tangki. Proses penyaluran air bersih untuk warga ini sudah berlangsung sejak 1 September.

Sementara itu BPBD mencatat bahwa air yang sudah dikirimkan kepada warga Bojonegoro di 45 desa di 16 kecamatan yakni di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, Temayang dan kecamatan lainnya mencapai 201 tangki dengan volume per tangki sebanyak 5.000 liter air bersih.

Di sisi lain, bagi warga yang tidak kebagian pasokan air terpaksa membeli air di desa tetangga.

Dituturkan oleh Sabari, seorang pengemudi truk pengangkut air di Bojonegoro bahwa di sejumlah desa misalnya di Kedungadem dan Temayang tidak sedikir pedagang air keliling yang menawarkan air dengan harga Rp 1.000/dua jerigen atau 60 liter untuk warga yang butuh air bersih. (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *