Pemerintah Bojonegoro: Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif dan Pupuk

Disaat Indonesia menyandang gelar sebagai produsen sampah pantai terbanyak kedua di dunia, Bojonegoro, sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia yang kaya akan minyak sedang menggalakkan program konversi sampah menjadi energi alternatif dan pupuk.

Pengolahan sampah bojonegoro

Pada selasa lalu, bupati Bojonegoro Suyoto melakukan kunjungan ke Jakarta guna mempublikasikan programnya tersebut yang diklaimnya telah mengurangi dengan signifikan produksi limbah di wilayahnya.

Program tersebut telah berjalan sejak 2013, dimana Banjarsari, salah satu kecamatan di Bojonegoro diubah menjadi fasilitas produktif, mengubah sampah plastik menjadi diesel dan sampah non-plastik menjadi gas metan dan pupuk organik, papar Suyoto.

Program ini dibawa ke Jakarta guna mengikuti kompetisi Inovasi Layanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementrian Reformasi Birokrasi dan Administrasi. Program pengolahan sampah ini menjadi 99 pemenang dari sekitar 2400 kontestan dari berbagai lini.

Bojonegoro awalnya adalah sebuah kota yang kurang berkembang, dengan sebagian besar penduduknya mengandalkan hasil pertanian. Namun sejak 2001 ketika ditemukan sumber minyak besar, bahkan paling besar dalam 30 tahun terakhi, menjadikan Bojonegoro lebih diperhatikan oleh khalayak. Distrik Cepu, diyakini sebagai sumber minyak terbesar di negara ini.

Dibawah kepemimpinan Suyoto, Bojonegoro mulai terkenal dengan inovasi-inovasi dan perubahan ke arah yang jauh lebih baik. Pada tahun 2013, Bojonegoro berhasil menyabet penghargaan dari Sustainable Development Initiative Award (SDSN) pada forum APEC lalu di Bali.

Suyoto, dianggap sebagai salah satu pemimpin yang revolusioner di Indonesia, bahkan Partai Amanat Nasional (PAN) mencanangkannya sebagai calon gubernur DKI pada pemilihan 2017 nanti.

You may also like...