Semakin Yakin Potensi Sapi Berkembang dengan SPR

Semakin Yakin Potensi Sapi Berkembang dengan SPR

BojonegoroToday – Usaha untuk meningkatkan peternakan di Bojonegoro semakin optimal berkat adanya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dengan memanfaatkan induk lokal sapi untuk mendapat bibit sapi unggulan.

Pelaksanaan SPR dibantu oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) di tiga Kecamatan yang memiliki ketersediaan jenis sapi yang dibutuhkan, yakni Kecamatan Kasiman, Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pihak IPB sebagaimana dilansir dari shnews.co, tidak mendatangkan indukan sapi dari luar negeri, tetapi tetap memanfaatkan induk sapi lokal untuk menerapkan pendidikan ternak di tiga SPR tersebut, demikian kata Guru Besar IPB, Prof. Mulatno, saat deklarasi pendirian  SPS di Bojonegoro, Rabu (27/8/2014).

Masing-masing SPS akan mengelola sapi induk sebanyak 1.000 ekor yang ditangani oleh 5.000 peternak dengan masa pendidikan selama tiga tahun. Sementara itu sifat pendidikan dari IPB tidak dengan cara menggurui, dengan anggapan bahwa para peternak sudah berpengalaman dalam pemeliharaan sapi. Sementara ahli peternakan IPB hanya berdasarkan teori.

Pihak IPB juga menerangjan bahwa pelaksanaan pendidikan akan dilengkapi dengan silabus dengan pola 95 persen di lapangan yang bisa diterapkan di mana pun; yakni bisa di kandang, warung, juga tempat lainnya. Sementara 5 persen sisanya berupa teori .

Pelaksanaan SPR melibatkan investor dengan pemberian gaji Rp. 500 .000 per bulan.kepada peternak yang memiliki indukan sapi. Hasil peranakan sapi yang dihasilkan akan menjadi bibit unggul, yang akan dibagi dua antara peternak dengan investor.

Perolehan keuntungan investor bisa mencapai 20 persen per tahun dan peternak mendapat keuntungan lebih dari 25 persen per tahunnya.

Pihak Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Subekti merasa optimis bahwa tiga SPR di tiga kecamatan tersebut akan bisa berjalan baik. Apalagi jumlah sapi potong di wilayah Bojonegoro tahun ini telah meningkat berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan. Tahun 2013 sapi hanya berjumlah 160.037 ekor sementara di tahun 2014 jumlah sapi potong mencapai 166.489 ekor untuk mencapai target  sebesar 176.149 ekor.

Sementara itu pihak Pemkab mengupayakan kesehatan sapi ternak dengan  mengalokasikan vaksin Septicaemia Epizootica (SE) sebanyak 4.300 dosis pada tahun 2014. Pemberian vaksin SE telah berjalan secara rutin di Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Purwosari, Kasiman, Malo, Trucuk, Dander, Kalitidu, Kapas, Kanor dan Baureno. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terkena penyakit SE pada sapi agar tidak terjadi kerugian produksi.(mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *