Tahun ini Ditemukan 89 Kasus Penderita HIV AIDS di Bojonegoro

Tahun ini Ditemukan 89 Kasus Penderita HIV AIDS di Bojonegoro

BojonegoroToday – Bojonegoro – Hasil laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengenai jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2014 menunjukkan angka yang memprihatinkan. Setidaknya dari awal tahun hingga bulan September 2014 ini total ditemukan sebanyak 89 kasus HIV/AIDS di Bojonegoro. Angka tersebut bahkan diprediksi akan terus bertambah mengingat masih ada kasus yang belum terdeteksi oleh pihak Dinkes.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Sunhadi, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kab. Bojonegoro, Suharto, rincian 89 kasus tersebut adalah 14 orang terdeteksi terkena virus HIV, sementara 75 orang sudah menderita AIDS.

Ia menyatakan pada Senin (13/10/2014), bahwa jika penderita baru terkena virus HIV maka masih ada peluang disembuhkan dengan pengobatan rutin. Namun apabila virus tersebut sudah berkembang dengan tampak berbagai gejala seperti TBC, diare berkepanjangan, jamuran di mulut, sariawan yang banyak, dan kelainan kulit, maka perlu diperiksakan untuk melihat kondisi yang valid dari penderita.

Meskipun warga diharapkan untuk mau memeriksakan kondisinya ke pusat kesehatan setempat, namun kendalanya hanya ada sejumlah Puskesmas di Bojonegoro yang bisa mendeteksi adanya penyakit HIV/Aids.

Suharto menuturkan bahwa dari 28 Kecamatan, hanya ada 12 Puskesmas yang bisa mendeteksi virus HIV/ AIDS.

Berdasarkan data Dinkes, penderita HIV/Aids banyak ditemukan di Kecamatan Dander yakni sekitar 12 kasus. Lalu disusul kemudian di Kecamatan Balen dengan ditemukan sebanyak 7 kasus.

Menurut Suharto banyaknya kasus yang ditemukan di Kecamatan Dander kemungkinan karena wilayah tersebut merupakan daerah kantong TKI terbesar di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga lalu lintas masyarakat yang bekerja di luar Bojonegoro tergolong tinggi di wilayah tersebut.

Suharto menambahkan bahwa penderita HIV/Aids ini umumnya berusia antara 35-40 tahun. Pada tahun 2014 ditemukan 26 penderita yang berumur 35-40 tahun Sementara di bawah usia 10 tahun ada 8 kasus.

Dari sisi pekerjaan atau profesi penderita HIV/AIDS dari kalangan Wiraswasta sebanyak 37 kasus, PSK 14 kasus, Ibu Rumah Tangga 12 kasus, Buruh Kasar 9 kasus, Supir 4 kasus, Karyawan 2 kasus, PNS 2 kasus dan tidak diketahui sebanyak 13 kasus.

Sementara orientasi seksual penderita HIV/AIDS adalah heteroseksual 74 kasus, tidak diketahui 11 kasus, homo seksual 2 kasus dan perinatal (keturunan), 2 kasus.

Tahun 2014 ini AIDS telah merenggut nyawa 15 orang dari 89 kasus yang ditemukan. Sementara 74 orang masih hidup dan menjadi ODHA (orang dengan HIV AIDS). (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *