Timbun BBM Ilegal, Polisi Gerebek Rumah di Kalitidu

Timbun BBM Ilegal, Polisi Gerebek Rumah di Kalitidu

Foto: Antara

BojonegoroToday – Sejumlah titik di Kabupaten Bojonegoro terbukti melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal. Hal tersebut dibuktikan dengan temuan BBM saat para petugas Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro melakukan operasi penggerebekan di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro hari Kamis kemarin (25/9).

DI rumah yang digerebek tersebut, pihak Polres menyita sejumlah barang bukti yakni 2.000 liter solar, 15 drum BBM untuk volume 1.000 liter, puluhan jerigen, diesel, dan juga 9 sepeda motor.

Satu orang yang menjadi pemilik lokasi penimbunan BBM ilegal tersebut, Kusmadi, diamankan oleh pihak kepolisian. Sementara satu orang lagi yang juga pemilik rumah penimbunan berhasil melarikan diri. Meskipun kabur, polisi sudah mengetahui identitas pelaku tersebut. Pihak kepolisian nantinya akan berusaha melakukan pengejaran.

Selain itu Polisi juga mengamankan empat orang lagi yakni, Hery Supeno (36) Warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawo, Ponorogo; Basir (32) Warga Desa Grebekan; Eko Purnomo (26) Warga Desa Bronggolo dan Dedi Siswantoro (18) Warga Desa Talok, Kalitidu Bojonegoro.

Keempat orang ini merupakan pihak yang bekerja sama dalam mengangkut solar dari SPBU dan satu pemilik rumah. Mereka kini diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan terkait kasus ini, demikian dijelaskan oleh Ipda Mat Lazim P. Kamis (25/9).

Modus yang dilakukan rumah penimbunan BBM ilegal ini dilakukan dengan pembelian menggunakan jerigen. Jerigen-jerigen diletakkan dalam keranjang bambu yang dipasang di sepeda motor.

Salah satu orang  yang diminta keterangan di Mapolres Heri Supeno mengakui bahwa selama 10 hari ini ia diminta membeli solar ke SPBU dengan modus tersebut.

Pelaku yang berinisial YN membayar Heri sebesar Rp 40.000 untuk setiap satu keranjang bambu berisi jerigen-jerigen solar tersebut. Modus yang dijalankan selama 10 hari ini setidaknya membuat ribuan solar berhasil ditimbun di rumah pelaku.

Kasus penimbunan BBM ini jelas merugikan negara. Pelaku yang terlibat bisa dijerat dengan pelanggaran UU Migas Nomor 22/2001, yakni Setiap orang yang kedapatan melakukan penyimpanan BBM tanpa izin usaha penyimpanan,maka pidana penjara 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 30 miliar. (mah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *