Waspada Jajanan yang Beredar Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Waspada Jajanan yang Beredar Mengandung Zat Kimia Berbahaya

BojonegoroToday – Jajanan anak-anak yang beredar luas di sekolah-sekolah ternyata tidak 100 persen aman dari zat-zat berbahaya.

Menurut Menteri Kesehatan, dr Nafsiah Mboi, jajanan di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian utama karena banyak hasil temuan yang menyatakan jajanan tersebut tidak memenuhi syarat.

Tidak terkecuali di Bojonegoro, Jawa Timur. Sebuah laporan dari Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan bahwa beragam jenis makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya beredar luas di masyarakat.

Temuan tersebut dirilis pada Maret 2014 lalu yang menunjukkan bahwa makanan anak-anak di lingkungan sekolah mengandung sejumlah zat berbahaya yakni mengandung formalin, boraks dan rhodamin B yang diteliti dari sejumlah sampel dari jajanan yang ada di sekolah dan pasar di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Laporan dari situs resmi dinkes.bojonegorokab.go.id mengungkap bahwa sekitar 63 sampel yang diuji di laboratorium menghasilkan data yang mengejutkan. Di antara 63 sampel tersebut, 50 sampel memenuhi syarat kesehatan, sementara sisanya sebanyak 13 sampel mengandung zat kimia berbahaya, dengan rincian: 8 sampel mengandung Rhodamin B, 3 sampel mengandung Formalin, dan 2 sampel mengandung Boraks

Adanya temuan tersebut sangat memprihatikan karena bahayanya sangat besar jika dikonsumsi terus-menerus pada anak-anak yang notabene masih muda. Bahkan menurut Menkes, dr Nafsiah, jajanan tersebut jika dibiarkan dikonsumsi sejak dini bisa mempengaruhi otak dan organ-organ tubuh lain termasuk ginjal.

“Banyak yang cuci ginjal, di mana-mana. Itu karena bahan formalin di makanan anak dan kita diamkan,” ujar dr Nafsiah  di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Pemkab Bojonegoro melalui Dinas kesehatan setempat mengambil tindakan dengan mengadakan pelatihan kepada perusahaan industri rumah tangga (PIRT) dan para pedagang kaki lima.

Bukan hanya itu, pihak Dinas Kesehatan melalui kegiatan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mencoba meningkatkan “awareness” terhadap dampak buruk jajan sembarangan kepada  anak-anak sekolah.

Kegiatan tersebut memiliki misi agar anak-anak sekolah menyadari dampak negatif  makanan yang tidak sesuai standard atau tidak layak konsumsi yang beredar luas di masyarakat. (mah/web dinkes bojonegoro)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *