Agar Tembus ASEAN, Buah Indonesia Harus Punya Sertifikasi GAP

Agar Tembus ASEAN, Buah Indonesia Harus Punya Sertifikasi GAP

BojonegoroToday – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015 sudah semakin dekat. Indonesia yang memiliki beraneka macam produksi pertanian dan buah-buahan perlu memiliki sertfikasi GAP atau Good Agriculture Products . Sertifikasi ini merupakan persyaratan utama agar produk buah-buahan nasional bisa bersaing di tengah-tengah gempuran produk ASEAN.

Kementerian Pertanian (Kementan) RI berupaya untuk mendorong pelaku industri buah-buahan Indonesia untuk mendaftarkan komoditasnya dalam sertifikasi GAP. Pihaknya menilai bahwa belum banyak kalangan petani buah-buahan yang melakukan sertifikasi produknya padahal sebentar lagi MEA diberlakukan.

Menurut Sukarman selaku Kasubid Buah Hortikultura Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti komoditas yang sudah bersertifikat GAP. Namun ia menyatakan bahwa komoditi buah yang sudah punya sertifikat GAP hingga kini masih terbilang sedikit.

Karena ketentuan dan syarat utama yang harus dipenuhi untuk bisa bersaing di kancah Asia Tenggara adalah-buahan yang memiliki sertifikasi GAP, maka pihaknya berharap agar pengusaha mendaftarkan komoditasnya pada otoritas keamanan pangan pusat dan daerah di mana ia berada.

Buah-buahan lokal tidak lantas berhenti setelah mendapatkan sertifikasi GAP. Ada prosedur lanjutan yang harus dilakukan selanjutnya yakni dengan registrasi kebun oleh pihak Dinas Pertanian Provinsi. Setelah registrasi kebun, prosedur terakhir adalah sertifikasi produk yang hendak dipasarkan.

Kementan hingga kini terus mendorong agar semua pihak yang ada dalam sektor budidaya buah dan hasil tanaman mendukung MEA 2015 dengan menetapkan standarisasi yang bisa membuat produk Indonesia diterima di kancah internasional.

Komoditas buah yang sudah terverifikasi di kancah ASEAN di antaranya adalah manggis, pepaya, salak, melon, pisang, alpukat, nanas.

Kementah berharap agar jangan sampai komoditi buah Indonesia gagal bersaing dengan buah Negara ASEAN lainnya hanya karena terkendala masalah sertifikasi. Negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand relatif lebih siap menghadapi MEA karena produk-produknya sudah sesuai standard sertifikasi. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *