Banyak Hambatan, Mebel Indonesia Kurang Berkembang

Banyak Hambatan, Mebel Indonesia Kurang Berkembang

BojonegoroToday – Hambatan bagi Indonesia di sektor industri mebel meliputi beragam permasalahan. Bukan hanya karena faktor dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri.

Deputi Kementerian Perekonomian bidang Perniagaan dan Kewirausahaan Edy Putra Irawadi, menjelaskan bahwa industri mebel nasional terkendala oleh isu rusaknya hutan dan penggunaan bahan baku yang mengganggu kesehatan. Isu ini lebih banyak dilontarkan oleh pihak pesaing Indonesia dari negara lain yang sama-sama juga bergerak di sektor industri mebel.

Menurutnya isu itu bertujuan agar Indonesia kehilangan pasar ekspor mebel global terutama dari Amerika Serikat.

Selain dari dalam negeri, hambatan perkembangan ekspor industri mebel juga dipicu oleh tantangan yang ada di Indonesia sendiri. Edy mencontohkan, salah satunya adalah kurangnya perhatian Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan serta Pemerintah Daerah. Padahal kedua lembaga pemerintah tersebut sangat penting perannya untuk menjaga dan mengatur pengadaan bahan baku dan impor produk-produk dari kayu.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO), Taufik Gani mengamini hal tersebut dengan menjelaskan bahwa di Pemda lazim terdapat pungutan dari daerah penghasil kayu ke daerah non penghasil kayu. Dalam kasus lain ada bahan baku kayu yang dilarang melewati salah satu daerah.

Taufik menambahkan bahwa keadaan industri mebel dalam negeri semakin lesu dengan semakin banyaknya impor pasokan produk kayu dari dibandrol dengan harga yang terhitung murah di dalam negeri. Tapi dengan mutu di bawah standard nasional.

Hambatan lainnya adalah ekspor kayu mentah masih terjadi, meskipun aktivitas ini dilarang oleh pemerintah. Pemerintah diharapkan untuk semakin memperketat pengawasan ekspor bahan baku kayu log mentah ini agar Indonesia tidak semakin merugi. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *