Dinas Pertanian, Dinkes Kota Surabaya dan FKH Unair Periksa Hewan Kurban

Dinas Pertanian, Dinkes Kota Surabaya dan FKH Unair Periksa Hewan Kurban

Surabaya – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah pihak Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga turun ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban Senin (29/9) kemarin untuk melakukan sidak kualifikasi hewan ternak yang dijual. Salah satu lokasi sidak berada di sepanjang Ir Soekarno, daerah MERR.

Kepala Bidang Peternakan dari  Dinas Pertanian Kota Surabaya Meita Iren Wowor menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan pada semua bagian tubuh hewan kurban. Mulai dari bagian yang terlihat secara fisik seperti anggota badan hewan, hingga bagian yang lebih mendetail seperti bagian mulut, telinga, kuku kaki bahkan air liur. Tindakan ini dilakukan sebagai tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kelayakan daging kurban dan agar bisa dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat saat Idul Adha nanti.

Meita menyatakan bahwa semua hewan diperiksa secara detail bahkan termasuk usia hewan kurban yang dijual. Organ tubuh dan bagian-bagian yang sekiranya dihinggapi penyakit misalnya Antrax. juga diperiksa.

Pihak petugas yang melakukan sidak akan memberikan semprotan disinfektan pada hewan yang ditemukan memiliki luka terbuka. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya virus melalui luka tersebut. Selain itu pihak petugas juga memberikan vitamin untuk sejumlah kambing yang mengalami diare.

Meita menghimbau agar masyarakat senantiasa berhati-hati dan meneliti hewan kurban dengan baik sebelum membelinya. Karena jika tidak teliti bisa jadi hewan yang dikurbankan ternyata berpenyakit, sehingga membahayakan masyarakat yang mengkonsumsinya nanti.

Menanggapi sidak yang dilakukan oleh petugas pemerintah dan FKH Unair, seorang pedagang hewan kurban Nur Hasan mengatakan bahwa ia tidak memungkiri bahwa hewan kurban miliknya memiliki luka-luka. Namun luka-luka tersebut didapat dari proses pengiriman dari luar daerah ke Surabaya.

Hewan-hewan tersebut dalam kondisi sehat dan layak umurnya untuk dipotong. Namun karena dikirim dengan kendaraan dari luar kota, maka hewan-hewan tersebut berdesakan dan berkelahi karena kondisi sesak di dalam kendaraan sehingga sebagian mengalami luka-luka, demikian tuturnya. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *