Diskoperindag Bantu UMKM Batu dengan Materi Iptek untuk Hadapi MEA

mawar pink merah

BojonegoroToday – Batu – Semakin mendekatinya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 membuat  Dinas Koperasi, UKM,Perindustrian dan Perdagangan(Diskoperindag) Kota Batu Jawa Timur  memberikan sejumlah pembekalan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu pembekalan yang diberikan adalah materi tentang pengetahuan dan iptek.

Menurut Kepala Diskoperindag Kota Batu, M. Chory, Jumat (3/10/2014) dari Bisnis.com, peningkatan kapasitas di bidang Iptek dinilai strategis dalam upaya menghadapi pasar global. Terutama bagi para pelaku usaha yang baru memulai bisnis. Pemanfaatkan Iptek menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan di era perdagangan bebas.

Diskoperindag pun menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam rangka mewujudkan upaya pemanfaatan Iptek tersebut. Setidaknya sekitar 40 pelaku usaha di Batu mendapat pembekalan.

Menurut Chory terdapat sekitar 1.450 pelaku UMKM yang ada di Batu. Bahkan tidak sedikit diantara pelaku usaha baru tersebut masih berstatus sebagai pelajar, karang taruna dan lulusan sekolah menengah atas atau kejuruan yang memiliki program pembelajaran di bidang kewirausahaan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjadi peningkatan dan percepatan pembangunan di bidang UMKM di kota Batu. Sekaligus merupakan peluang bagi pemuda yang ingin mengembangkan minatnya di bidang usaha. Selain itu ia juga berharap bahwa peluang kerja bisa semakin meningkat.

Chory juga menyatakan bahwa pihaknya menarget setidaknya sebanyak 150 UMKM baru bisa tumbuh setiap tahun. Oleh karenanya ia berusaha agar pembekalan ilmu dan kemampuan di bidang sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan dan semakin ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Bidang Pemanfaatan IPTEK Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, M. Jajah Nata Surya, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pemuda tersebut dilakukan sedikitnya di 15 kota/ kabupaten. Dan Batu merupakan kota yang ke-14.

Ia mengatakan bahwa Batu dipilih karena banyak UMKM yang bergerak di berbagai jenis usaha sehingga perlu untuk semakin didorong dengan peningkatan kemampuan dalam pemanfaatan Iptek.

Kota Batu sendiri memiliki potensi dalam pengembangan UMKM. Sehingga nantinya para pelaku UMKM baru bisa diseleksi sesuai kualifikasi yang memenuhi syarat untuk  pemaparan usahanya. Jika terpilih maka lima pelaku usaha terbaik akan dieri modal bantuan sebesar Rp10 juta. Setelah itu pelaku usaha pemula tersebut  nantinya akan dibina oleh diskoperindag setempat agar usahanya bisa semakin tumbuh berkembang. (pv/bisnis)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *