Jatim Percepat Target Bebas Virus AI Agar Bisa Ekspor Ayam

Jatim Percepat Target Bebas Virus AI Agar Bisa Ekspor Ayam

BojonegoroToday – Ayam broiler dan telur ayam broiler mencapai hasil produksi sebesar 25 juta ton per tahun untuk kawasan seantero Jawa Timur. Namun demikian ekspor daging ayam masih belum maksimal.

Kendala ekspor daging ayam ditengarai akibat belum lolosnya kualifikasi daging ayam Jawa Timur dari penyakit akibat Virus Avian Influenza (AI).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Maskur, Minggu (21/9) mengatakan bahwa pengusaha peternakan besar sebenarnya mampu melakukan ekspor. Namun tentunya jika sudah memiliki sertifikasi sesuai syarat yang ditentukan di negara lain.

Sertifikat bebas penyakit memang menjadi ganjalan untuk melakukan ekpsor ke mancanegara karena kebanyakan pengusaha belum mengantongi kualifikasi tersebut.

Maskur menambahkan bahwa untuk jenis peternakan yang beroperasi dengan skala besar sangat memungkinkan untuk melakukan monitoring secara keseluruhan terhadap ayam-ayam produksinya.

Mulai dari sektor hulu seperti aktivitas pembibitan, pemberian pakan yang berkualitas, penggemukan, hingga sektor hilir seperti kegiatan pengolahan ayam.

Menurut Maskur sistem yang terintegrasi semacam itu sangat bagus dan terbukti mampu meminimalkan penyebaran penyakit akibat virus AI pada unggas yang dipelihara. Metode tersebut dikenal sebagai metode kompartemen yang sudah diterapkan di peternakan besar di Jawa Barat.

Maskur menyatakan bahwa keberhasilan peternakan Jawa Barat untuk menerapkan metode kompartemen pada peternakan unggas skala besar bisa membuat kualitas ayam yang dihasilkan mendapatkan sertifikat bebas virus AI. Akhirnya ekspor ke luar negeri menjadi lancar tanpa hambatan.

Pihaknya berharap bahwa metode serupa bisa diterapkan di Jawa Timur, sehingga perusahaan ternak unggas bisa melakukan ekspor ke berbagai negara potensial seperti Jepang dan Timur Tengah.

Jawa Timur berpotensi untuk melakukan ekspor karena suplai daging ayam yang dihasilkan sangat banyak. Ekspor Ayam karkas menjadi harapan bagi Jatim untuk menjaga kestabilan harga ayam pasar yang bisa anjlok jika suplai terlalu banyak.

Indonesia sendiri memiliki target nasional untuk bebas virus AI pada unggas pada tahun 2020 nanti. Sementara pihak Jawa Timur ingin bergerak lebih cepatpada 2019,agar sertifikasi didapatkan dan Jatim bisa mengekspor unggas ke mancanegara. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *