MEA 2015, Peluang Indonesia untuk Ekspor Mobil Terbesar Makin Terbentang

MEA 2015, Peluang Indonesia Ekspor Mobil Terbesar Makin Terbentang

Foto: Dadang Tri/ Bloomberg

BojonegoroToday – Jakarta – Tanda-tanda semakin cemerlangnya Indonesia sebagai eksportir pasar mobil terbesar di antara negara-negara anggota ASEAN mulai terlihat. Apalagi didukung dengan hasil riset yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit (EIU), lembaga peneliti dari London Inggris yang memprediksi bahwa Indonesia kemungkinan akan menjadi basis ekspor mobil terbesar di Asia Tenggara di masa depan.

Dengan total penjualan mobil mencapai 3,6 juta unit di cakupan wilayah 10 negara ASEAN saja. Maka tidak berlebihan jika Indonesia diprediksi sanggup menaikkan penjualan hingga 5,3 juta unit mobil dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

Peluang ini tentunya sangat menjanjikan didukung oleh diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 nanti. MEA 2105 atau perdagangan bebas antara 10 negara Asia Tenggara akan mulai berlangsung akhir 2015 nanti. Namun demikian menurut EIU, MEA diperkirakan akan molor dari jadwal karena kesenjangan antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang di kawasan ASEAN.

Peluang diberlakukannya MEA ini akan membuat negara-negara semakin gencar untuk memenangkan kompetsisi untuk meluaskan perdagangan barang, jasa, dan tenaga kerja untuk meningkatkan perekonomian. Setiap negara berusaha menarik perhatian para investor salah satunya dalam bidang produksi otomotif.

Dalam rilis penelitian bertajuk “ASEAN automotive: Looking to 2015” kepada Kompas Otomotif, Selasa (30/9), EIU dalam penelitian tersebut menyimpulkan yakni:

1. Dalam waktu dekat, Thailand yang dijuluki “Detroit dari Timur” karena perannya sebagai eksportir mobil terbesar di ASEAN masih akan tetap mempertahankan posisinya.

2. Dalam jangka menengah hingga jangka panjang, kemungkinan posisi Thailand sebagai yang no. 1 akan mulai tergeser oleh Indonesia. Pasalnya populasi Indonesia yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi bisa membalik keadaan termasuk meningkatkan peluag untuk menjadi produsen dan pasar mobil terbesar no. 1 di ASEAN.

3. Malaysia sebagai produsen mobil terbesar ketiga akan terkena dampak negatif dari kerjasama MEA 2014. Tantangan produsen mobil Malaysia Proton dan Perodua akan merasakan kompetisi yang sangat ketat dengan produk otomotif dari negara tetangga.

4. Negara lain di ASEAN misalnya Vietnam dan Filipina bisa memanfaatkan pasar otomotif di kawasan Asia Tenggara ini. Tetapi dengan ketentuan untuk selalu menjaga iklim investasi agar bisa menarik masuknya perusahaan asing.

Kini banyak perusahaan di masing-masing negara mulai mempersiapkan diri menghadapi MEA. Bagi negara- negara ASEAN, datangnya MEA menjadi peluang dan ancaman untuk industri dan perkembangan ekonomi di negaranya.

Sementara bagi perusahaan manufaktur mobil, adanya peluang tumbuhnya perekonomian yang semakin cepat di kawasan regional Asia Tenggara membuat mereka harus memanfaatkan negara-negara yang potensial untuk mengembangkan pasar otomotif di masa mendatang. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *