Menjumput Ide Bisnis Limbah Kertas dari Rancange

Menjumput Ide Bisnis Limbah Kertas dari Rancange

Foto: Swa.co.id

BojonegoroToday – Rancange adalah salah satu produsen kerajinan tangan dari limbah kertas dan koran di Bogor, Jawa Barat. Salah satu founder-nya yakni  Tri Permana Dewi membangun social business ini pada 2012 lalu.

Rancange menggunakan bahan baku dari limbah kertas mulai dari koran bekas, tabloid bekas, hingga majalah bekas. Hasil olah tangan terampil kru Rancange meliputi hiasan rumah, topi, rak buku, rak sepatu, tikar, tas, keranjang, tas laptop, dan sebagainya, demikian dilansir dari Swa, (21/8/2014).

Proses pembuatan diperlukan ketelitian yang tinggi, karena untuk menghasilkan item yang bernilai jual, Dewi harus dengan sabar memilin, melipat, menganyam, dan memproses koran dengan finishing dari cat kayu waterbase agar hasil akhirnya tampak cantik seperti dari bahan rotan.

Kreativitas Dewi ini menghasilkan omset sebanyak Rp. 15 juta – 20 juta per bulan. Setiap item dibandrol mulai Rp.2000 hingga Rp. 750.000. Dalam menjalankan usahanya ini, Dewi tidak sendiri. Ia dibantu oleh ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk memproduksi aneka kerajinan cantik dari limbah kertas ini.

Dewi yang lahir di Bali pada tahun 1969 silam ini menyatakan bahwa yang ia lakukan ini adalah social business, sehingga lingkungan sekitar juga musti dilibatkan. Dalam sebulan ia dan ibu-ibu sekitar mampu membuat hingga 3000 produk dari limbah kertas ini.

Kualitas karya dari Rancage ternyata juga tidak mudah rusak alias bagus dan awet. Meski pun bahan dasar dari kertas namun hasil akhrinya dilakukan finishing dengan melumuri produk dengan vernis kayu sehingga tahan dari air dan cuaca.

Produk buatan Rancange biasa dipesan untuk souvenir pernikahan di berbagai belahan kota di Indonesia, selin itu juga ada permintaan keranjang laundry di sejumlah hotel. Bahkan pernah juga pihak Kementerian PU memesan 3200 topi dari koran untuk even Jambore. Dewi bangga karena dalam jangka waktu tiga minggu ia berhasil menyelesaikan pesanan dari Kementrian PU, plus topi buatannya juga dipakai oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono saat itu.

Hasil kreativitas Rancange berawal dari Sekolah alam Bogor yang memiliki Bank Sampah di tahun 2009. Setelah sekian waktu mengumpulkan sampah dan memilah-milah sampah berdasarkan kategorinya akhirnya muncul ide untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Demikian akhirnya lahirlah Rancange yang baru diresmikan dan dikembangkan pada tahun 2012 lalu.

Workshop dan Galery Rancange bisa dikunjungi di Jln. Pangeran Shogiri No. 150, Tanah Baru, Bogor. Selain itu Dewi juga biasa memasarkan produknya di Cifor (Center for International Forestry Research) setiap hari Jumat.

Untuk mengembangkan bisnisnya, ia sendiri kerap mengikuti berbagai pameran, bazaar, dan memiliki online shop, Facebook, Twitter, dan Instagram yang digunakan untuk mempromosikan Rancange. Anda tertarik mengikuti jejaknya? (pv/swa.co.id)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *