Awas, Stres Bisa Bikin Lingkar Perut Makin Besar

Awas, Stres Bisa Bikin Lingkar Perut Makin Besar

BojonegoroToday – Pernahkah anda mengeluh dan mengalihkan pikiran anda tentang hal-hal yang lain untuk mengusir kegalauan yang ada? Stres yang muncul seakan tidak cukup untuk sekedar diatasi dengan mengusirnya, tetapi lebih dari itu. Pelampiasan akibat stres bisa jadi membuat nafsu belanja semakin besar, tiba-tiba ingin pergi ke mall untuk belanja ini-itu, ingin makan pizza dan burger paling  besar, dan hal-hal aneh lainnya.

Itulah mengapa problem stres tidak bisa diremehkan. Terlebih jika ternyata kebiasaan lama mengkonsumsi makanan tidak sehat kembali lagi seakan-akan menjadi pembenaran untuk mengusir stres.

Sebagaimana dikutip dari The Epoch Time (7 Juli 2014), stres jangka pendek bisa berubah menjadi stres jangka panjang. Kombinasi adrenalin, hormon pelepas kortikotropin dan ritme kortisol yang terganggu semakin meningkatkan nafsu makan kita. Sehingga hal itu menyebabkan seseorang semakin sering untuk makan. Padahal saat makan justru hanya sedikit kalori dikeluarkan dan dalam waktu sama kita memasukkan kalori secara terus-menerus ke dalam tubuh.

Stres mendorong naiknya gula darah, membuat kita semakin banyak mengidam makanan, mengurangi kemampuan untuk membakar lemak, meningkatkan potensi penyimpanan lemak , menyebabkan ketidakseimbangan hormonal, mengakibatkan sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, meningkatkan lemak perut (risiko yang sangat besar bagi kesehatan), dan meningkatkan kadar lemak dan trigliserida. Semua ini adalah problem utama yang  berpotensi menggiring anda pada penyakit diabetes.

Inilah Indikator yang bisa menjadi kunci utama untuk mengenali apakah anda makan karena stres atau tidak?

1. Muncul secara tiba-tiba (“aku harus makan sekarang juga”)

2. Makanannya jenis tertentu (“Pokoknya aku musti makan pizza”)

3. Alasannya lebih pada gagasan daripada karena lapar (“aku nggak bisa berhenti memikirkan rainbow cake”)

4. Berdasarkan emosi(“kalau aku makan, aku jadi merasa tenang”)

5. Kenyang tidak menghentikan makan. (“aku masih kecewa, jadi aku makan terus.”)

6. Makan tanpa berpikir. (“aku bahkan nggak sadar aku habis makan donat.”).

7. Makan menimbulkan perasaan bersalah. (“aku nggak percaya aku makan semua pizza itu sendirian…ugh.”)

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mencegah stres, bukan memanajemen stres. Jika anda merasa mengalami hal itu coba tanyakan pada diri anda sendiri, “ apa yang saya pikirkan yang membuat saya jadi seperti ini? “

Pencegahan paling efektif adalah menjawab pertanyaan tersebut dan menangkap pikiran-pikiran rasional dengan cepat, menjawab dengan kejujuran dan mengubahnya.

Misalnya, mungkin anda tidak benar-benar butuh baju baru, pizza, cupcake, dan  sebagainya. Daripada untuk membeli sesuatu yang akan membahayakan kesehatan anda, maka tidak ada salahnya menyimpannya untuk kebutuhan lain, seperti beli buah-buahan organik atau sepatu olahraga baru. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *