Festival Java Suriname Eratkan Hubungan Tiga Negara Lintas Benua

Festival Java Suriname

Soto, atau Javanese Soup: makanan khas Jawa, Suriname, dan Belanda.
Foto: southamericanpictures

BojonegoroToday – Erasmus Huis Pusat Kebudayaan Kuningan Jakarta Pusat mengadakan Festival Java Suriname Sabtu (20/9). Acara tersebut digelar untuk mempererat hubungan antara tiga negara di tiga benua berbeda yakni Indonesia, Suriname, dan Belanda.

Direktur Erasmus Huis, Ton van Zeeland, menyatakan Jumat (19/9/2014,) bahwa mengingat sejarah merupakan hal yang sangat penting. Dalam acara ini ia tidak ingin membicarakan hal-hal yang tidak baik, dan hanya fokus pada hal-hal yang baik dan berkaitan dengan masa depan yang lebih cerah.

Festival ini rencananya akan digelar dengan beragam acara budaya yang menarik. Untuk acara pembukaan misalnya, para tamu yang hadir akan dihibur dengan konser @Six dan Steelwave.

@Six Adalah band Suriname-Jawa yang terkenal di jagad musik Karibia dan sekitarnya. Musiknya beraliran campuran pop Jawa, Bollywood, Latin dan R & B. Sementara itu kelompok Steelwave yang berasal dari Suriname juga hadir dan menghibur dengan musik dari bahan berbasis baja, seperti barel, mulai dari Rumba ke bossanova.

Para tamu nantunya juga akan merasakan lezatnya hidangan ala Suriname oleh dua chef Suriname yang berbakat yakni Sherwin Alexander dan Jethro Wirht. Mereka akan memasak bersama dengan para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid di Jakarta.

Van Zeeland mengatakan bahwa pengunjung Indonesia akan menemukan makanan Suriname dengan perpaduan yang unik dan menarik dengan kombinasi antara masakan Jawa, Amerika Selatan dan India.

Festival ini juga akan menayangkan sebuah film dokumenter dan foto pameran bertajuk “Stille Passanten“, yang diputar hingga tanggal 15 November. Film ini menampilkan potret orang Jawa yang memilih untuk menetap di Suriname dan juga tentang kisah orang keturunan Jawa kontemporer yang tinggal di Suriname atau Belanda.

Van Zeeland mengatakan bahwa Jawa adalah bagian penting dari Suriname. Ia menyatakan bahwa ada ikatan sebagai warisan budaya yang hingga kini masih terjaga.

Orang Jawa merupakan bagian penting dan berpengaruh dari kehidupan sosial dan politik di Suriname. Bahkan bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa utama di negara tersebut. Setidaknya 14 persen penduduk Suriname adalah orang-orang keturunan Jawa. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *