Kenali Seluk-Beluk Penularan Ebola

Kenali Seluk Beluk Penularan Ebola

BojonegoroToday – Virus Ebola yang menyebar dengan cepat dan menimbulkan kematian yang sangat besar di kawasan Liberia dan Sierra Leone. Bahkan virus ini mulai ditemukan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa menjadikan virus ini menjadi epidemi yang sangat menakutkan hingga cakupan global.

Dilansir dari AP, Senin (13/10), sejumlah fakta penting tentang ebola perlu untuk diketahui masyrakat umum agar mereka bisa waspada terhadap penyakit yang belum ada obatnya ini.

Seluk-Beluk Penularan Ebola
Ebola hanya menginfeksi ketika seseorang sudah menunjukkan gejala-gejala. Termasuk dari gejala yang samar seperti demam, nyeri tubuh seperti flu dan sakit perut, dan kemudian muntah dan diare.

Virus ebola menular lewat kontak cairan tubuh orang yang megidap ebola. Kontak cairan meliputi darah, keringat, muntah, tinja, urin, air liur atau air mani. Namun demikian cairan tubuh tersebut baru bisa menular jika masuk lewat celah tubuh yang terbuka misalnya luka terbuka, lecet, atau bahkan seseorang menyentuh hidung, mulut atau mata dengan tangan yang terkontaminasi virus atau dari cairan yang terpercik dari penderita ebola. Agar tidak tertular, biasanya petugas kesehatan yang merawat pasien ebola memakai pakaian pelindung yang lengkap dari ujung kepala hingga ujung kaki. termasuk sarung tangan dan peralatan lainnya.

Sementara itu menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa darah, tinja dan muntah adalah cairan paling menular dari pasien ebola. Sementara virus yang ada di air liur kebanyakan terjadi terutama setelah pasien mengalami infeksi ebola yang sudah sangat parah. Terakhir, data menunjukkan bahwa belum ada kasus ebola akibat kontak cairan dari keringat.

Departemen Pelayanan Kesehatan Negara Texas mengatakan Minggu (12/10) bahwa seorang tim kesehatan yang memberikan perawatan di rumah sakit untuk pasien pertama yang meninggal karena Ebola di Amerika Serikat telah dites dan hasilnya positif mengidap virus ebola.

Petugas medis yang tidak disebutkan identitasnya itu padahal selalu mengenakan pelindung penuh saat menangani pasien ebola pertama di AS itu selama kunjungan kedua ke rumah sakit, demikian kata pihak rumah sakit. Jika diagnosis itu benar maka itu akan menjadi kasus pertama penularan virus Ebola di AS.

Sementara itu menurut Dr Tom Frieden, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sebagaimana dilansir AP, mengatakan orang tidak bisa tertular ebola dengan duduk di samping seseorang di bus. Ebola tidak menular lewat udara.

“Ini tidak seperti flu. Ini tidak seperti campak, tidak seperti flu biasa. Ini tidak menyebar bebas, tidak menular dalam kondisi tersebut,” tambahnya.

Kendati virus ini sangat berbahaya jika menular lewat kontak cairan, CDC menyatakan bahwa bahan kimia seperti pemutih dan disinfektan rumah sakit mampu membunuh Ebola. Virus ini jika berada di permukaan yang kering hanya bertahanselama beberapa jam. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *