Pecinta Lingkungan Filmkan Pulau Sampah di Maladewa

Pecinta Lingkungan Filmkan Pulau Sampah di Maladewa

Caters

BojonegoroToday – Maladewa dikenal sebagai pulau indah untuk pasangan yang ingin berbulan madu romantis. Keindahan pulau ini membuat banyak orang terpukau.

Namun, seorang pecinta lingkungan, Alison Teal, 27, yang juga seorang pembuat film mengekspos sisi gelap Maladewa. Dalam filmnya pulau ini merupakan pulau tujuan wisata masalah sampah yang serius, demikian dilansir dari Yahoonews, Rabu (1/10/2014).

Alison yang berasal dari Hawaii mengaku terkejut saat melihat banyaknya sampah plastik yang terdampar di pantai. Pantai yang biasanya putih bersih dan indah itu akhirnya difilmkan untuk menunjukkan pada dunia bahwa pulau cantik itu kini sangat kotor karena sampah.

Film dokumenter yang dibuatnya menunjukkan gunungan botol plastik mengotori air jernih di lautan dan pantai.

Alison mengatakan, “Saya akan senang melihat semua plastik ini menghilang dari dunia ini. Terutama untuk plastik sekali pakai seperti botol, sedotan, dan kantong plastik.

Ia mengaku lebih suka merecycle sampah-sampah ini menjadi lebih berguna. Seperti dibuat jaket, dan kacamata dan item-item fashion lainnya.

“Ini hanya satu pulau, saya tidak tahan untuk membayangkan seperti apa 1.200 pulau lainnya jika semuanya tertutup sampah,” katanya, “Untuk meninggalkan pulau kami benar-benar membuat rakit dari botol. Kami lalu mendayung ke perahu penyelamat kami, aku bersumpah aku akan datang kembali dan melakukan sesuatu tentang polusi plastik.”

Untuk menangani masalah sampah ini, gadis yang juga juara lingkungan hidup ini pun mengambil bagian dalam bersih-bersih pantai bersama tim relawan.Kini ia membantu perusahaan yang bisa mengolah sampah menjadi pakaian.

Alison mengatakan,”Saya mengumpulkan sampah dalam upaya untuk menyelamatkan biosfer yang kondisinya sangat terancam. Dalam hanya setengah jam mencakup sekitar 50 meter dari pantai kami bberhasil mengumpulkan sejumlah besar botol plastik, yang mana akan membuat penduduk desa sangat bangga untuk menjadikannya baju-baju dari plastik.

Semua sampah yang dikumpulkan di Maladewa dibawa ke “pulau sampah” atau Thilafushi. Ini merupakan pulau yang seluruhnya terbuat dari sampah. (pv/yahoonews).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *