Perlukah Anak Diberikan Antibiotik Saat Sakit?

antibiotik untuk anakKebanyakan orangtua menganggap antibiotik adalah obat ampuh mengatasi segala macam penyakit. Bahkan sugesti keliru yang tertanam dalam benak orangtua ialah soal mengonsumsi antibiotik secara rutin membuat sakit si kecil cepat pulih.

Tahukah Anda konsumsi antibiotik yang berlebih dan sembarangan dalam jangka waktu yang panjang akan membuat tubuh anak menjadi kebal terhadap antibiotik? Lantas, perlukah pemberian antibiotik saat anak sakit? Indikasi apa saja yang mengharuskan pemberian antibiotik? Bagaimana dengan dosisnya? Mari kita ulas satu persatu!

Perlu Anda ketahui, penggunaan antibiotik yang tepat adalah berdasarkan ‘asas tepat’, yaitu pasien menerima obat yang tepat, dalam dosis yang tepat untuk jangka waktu yang tepat, dan dengan biaya yang terjangkau. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), indikasi yang tepat dalam penggunaan antibiotik pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Berikut indikasi pemberian antibiotik yang tepat untuk anak:

  • Bila anak mengalami batuk dan pilek sepanjang hari, bukan hanya pada malam dan pagi hari. Terjadi selama lebih dari 10-14 hari dan disertai cairan hidung berwarna kuning atau hijau.
  • Terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas lebih dari 39 derajat C dengan cairan hidung kental, nyeri, bengkak di sekitar mata dan wajah.
  • Menderita infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui adanya infeksi atau tidak biasanya dengan melakukan pemeriksaan urine.
  • Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dilakukan kultur (pembiakan bakteri) selama beberapa hari untuk diobservasi.
  • Penyakit tifus. Biasanya dokter di rumah sakit Jakarta Barat atau rumah sakit terbaik lainnya akan merekomendasikan pemeriksaan darah, untuk mengetahui penyakit tifus.

Perlu Anda ingat, antibiotik bukanlah penyembuh segala penyakit. Bila dikonsumsi pada dosis berlebih dan jangka waktu yang lama, antibiotik bisa memberikan efek samping berbahaya. Di antaranya gangguan saluran cerna, pertumbuhan tulang dan gigi, gangguan ginjal, dan gangguan fungsi hati. Bahaya lainnya adalah reaksi alergi karena obat dengan menimbulkan beberapa gejala seperti ruam, sesak, pembengkakan pada bibir dan kelopak mata, bahkan dapat mengancam jiwa.

Tips Menggunakan Antibiotik

  1. Gunakan antibiotik hanya dengan rekomendasi dari dokter di rumah sakit Jakarta Barat atau terdekat di kota Anda.
  2. Jika dokter mengatakan Anda terkena virus, Anda sebaiknya tidak meminta antibiotik.
  3. Minum antibiotik hanya sesuai resep dokter dan selalu habiskan antibiotik yang diberikan.

Selalu konsultasikan penggunaan antibiotik pada dokter Anda di rumah sakit Jakarta Barat atau rumah sakit terdekat dan aturan pakainya. Mintalah keterangan efek samping obat kepada dokter atau apoteker.

You may also like...