Semangat Melbourne Menjadi Kota Bebas Asap Rokok Pertama di Dunia

Semangat Melbourne Menjadi Kota Bebas Asap Rokok Pertama di Dunia

Keindahan Sungai di Melbourne. Foto: Shutterstock

BojonegoroToday – Melbourne berupaya untuk menjadi salah satu kota pertama di dunia yang merilis larangan total merokok di ruang publik. Dewan kota Melbourne Richard Foster mengatakan ada dukungan luar biasa untuk memperluas daerah bebas asap rokok setelah uji coba larangan tersebut di Causeway, salah satu jalan yang ramai di kota tersebut.

Menurut Foster kebijakan itu akan membuat banyak orang datang ke Melbourne sebagai kota pertama kalinya di dunia yang bebas dari asap rokok.

Jika program tersebut benar-benar diterapkan, maka semua kalangan mulai dari pejalan kaki, wisatawan,  dan bahkan pekerja bangunan untuk menghisap rokok di tempat-tempat umum di seputar area pusat bisnis kecuali mereka berada di tempat khusus rokok yang disediakan.

Seperti banyak dilakukan di negara lain, Australia pun sudah menerapkan larangan merokok di ruang publik termasuk di dalam ruang tertutup seperti bar dan restoran.

Lord Mayor Robert Doyle mengatakan bahwa setiap adanya perubahan dalam kebijakan harus diterapkan secara bertahap agar benar-benar menjadi bebas asap rokok di penghujung akhir tahun 2016.

“Jika kita dapat menunjukkan kepada para pedagang dan bisnis, seperti yang terjadi di pub dan restoran, laranganl ini sebenarnya tidak mengurangi bisnis Anda … maka sedikit demi sedikit kita akan memenangkan pertempuran itu,” katanya Lord Mayor kepada surat kabar Herald Sun.

Langkah Australia untuk mewujudkan daerah bebas rokok sudah diatur dalam beberapa undang-undang. Bahkan Peraturan tembakau terberat di dunia dimiliki oleh negara ini,

Aturan di Australia mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjual rokok dalam paket polos dengan gambar peringatan kesehatan yang ‘menyeramkan’ menghiasi sebagian besar sampulnya. Tidak boleh ada logo, merk, warna,dan kalimat promosi di bungkus rokok yang disebarkan. Langkah tersebut diterapkan sejak Desember 2012.

Indonesia berupaya menerapkan metode serupa untuk menurunkan konsumen rokok meskipun gambar peringatan “seram” di Indonesia hanya dipasang 1/3 bagian saja.

Hasil kebijakan yang super ketat di Australia ini ternyata berhasil menurunkan persentase perokok di negeri kangguru tersebut dari 50 persen pada tahun 1950 menjadi anjlok 15 persen sekarang ini. Hasil ini ingin ditingkatkan Pemerintah Australia dengan target anjloknya perokok hingga 10 persen pada tahun 2018 nanti. (pv/AFP)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *