Seseorang dengan Tanda-Tanda Bunuh Diri Harus Diperhatikan Khusus

Seseorang dengan Tanda-Tanda Bunuh Diri Harus Diperhatikan Khusus

Kenali tanda-tandanya, ajak komunikasi, dan bantu carikan solusi

BojonegoroToday – Setidaknya hampir satu juta orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Jika dihitung maka dalam waktu 40 detik ada satu orang tewas dengan bunuh diri. Angka bunuh diri yang besar ini menjadi masalah bukan hanya di negara maju, bahkan di negara berkembang pun bunuh diri merebak di mana-mana..

Faktor penyebab orang melakukan bunuh diri sangatlah beragam. Kompleksitas ini tidak bisa disamaratakan antara satu korban dengan lainnya.

Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr. Eka Viora, Sp.KJ, memaparkan di Jakarta Selatan pada Senin, (15/9/2014) bahwa latar belakang bunuh diri sulit untuk diketahui. Hal ini melibatkan interaksi yang kompleks mulai dari faktor biologik, genetik, psikologis, sosial-budaya hingga faktor lingkungan.

Untuk di Indonesia angka bunuh diri sesuai data WHO pada 2010 berkisar 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Bahkan diprediksi oleh WHO angka bunuh diri di Indonesia pada tahun 2020 akan melesat menjadi 2,4 per 100.000 jiwa.

Setiap orang dengan sejumlah gejala membutuhkan perhatian khusus karena bisa jadi gejala tersebut akan mendorong terjadinya bunuh diri.

Salah satu hal yang bisa menjadi indikator adalah perubahan emosi dan kejiwaan yang drastis. Situs www.save.org mengungkapkan secara ringkas bahwa tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah:

  • perubahaan suasana hati (mood swing) yang tidak stabil
  • gangguan tidur/ tidak bisa tidur, atau sebaliknya tidur berlebihan
  • mengkonsumsi obat-obat penenang atau narkoba untuk lari dari masalah
  • malas beraktivitas atau merasa sangat lelah
  • mengurung diri dan enggan bersosialisasi
  • kehilangan minat pada hal-hal yang seharusnya menyenangkan
  • merasa sangat khawatir, cemas, atau bersalah tentang sesuatu hal
  •  tiba-tiba menyukai hal-hal tentang kematian/ bunuh diri entah dengan membicarakannya, sering mendengarkan lagu-lagu tentang bunuh diri, atau menuliskan gagasannya terkait hal-hal tersebut
  • mencoba melukai diri sendiri

Karena permasalahan seseorang kadang tidak bisa diselesaikan seorang diri maka disarankan untuk mewaspadai jika ada anggota keluarga atau teman yang mengalami tanda-tanda ketidakstabilan emosi dan psikis.

Pendekatan yang dilakukan secara personal oleh keluarga, sahabat, teman, atau profesi bisa menjadi salah satu cara untuk membuat penderita mau mengungkapkan masalahnya agar dicarikan solusi.

Bagaimana pun juga bunuh diri dapat dicegah. Setiap orang perlu memanfaatkan kesempatan yang ada dengan senantiasa bersyukur meski dirundung banyak masalah. Penderita juga harus sering dimotivasi untuk kembali bersemangat dan menjadikan kehidupan ini layak untuk dijaga. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *