Tak Perlu Kekerasan untuk Disiplinkan Anak

Tak Perlu Kekerasan untuk Disiplinkan Anak

Foto: MTVN

BojonegoroToday – Salah satu praktik parenting yang biasa dilakukan orang tua pada anak adalah kedisiplinan. Namun pengajaran kedisiplinan bisa menjadi salah kaprah jika menerapkan kekerasan fisik.

Diungkapkan oleh direktur advokasi organisasi World Vision Indonesia, Laura Hukom, bahwa biasanya orang tua melakukan kekerasan pada buah hatinya saat ingin menerapkan kedisiplinan. Maksud hati agar anak disiplin, patuh, rajin belajar, demikian kata Laura dilansir dari Metrotvnews.com, Minggu (7/9/2014).

Laura berpendapat bahwa kadang niat baik orang tua bisa menjadi negatif bila mengandung kekerasan. Misalnya mulai menggunakan tekanan fisik dan mental dalam menangani anak dengan cubitan dan ancaman pada anak, demikian paparnya saat kampanye di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Ia menyatakan bahwa tindakan semacam itu sama sekali tidak dibenarkan karena orang tua baik pihak ayah maupun ibu mestinya mengutamakan cara yang lebih halus pada buah hati. Mereka harus menggunakan kata-kata yang baik, jangan menggunakan kata-kata kasar atau membentak anak secara berlebihan.

Menurutnya orang tua harus memahami dengan baik cara berkomunikasi dengan anaknya. Komunikasi merupakan faktor penting untuk mendisiplinkan anak. Bila anak salah diberitahu kesalahannya namun tetap dengan nada bersahabat.

Selain itu orang tua juga perlu melihat usia anak. Karena cara berkomunikasi berbeda pada setiap tahapan umur anak. Setiap anak itu berbeda, sehingga cara berkomunikasi pun beda. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *