Ubah Mindset, Sarapan Ternyata Tidak Terlalu Penting

Ubah Mindset, Sarapan Ternyata Tidak Terlalu Penting, Lho!

BojonegoroToday – Banyak orang mempercayai bahwa sarapan pagi adalah ritual wajib dengan segudang manfaat. Yakni agar selalu sehat, terhindar dari obesitas, dan meminimalkan keinginan untuk makan lebih banyak porsi di sisa hari yang ada.

Tapi, ternyata penelitian baru ini membantah teori lama tentang manfaat sarapan pagi tersebut.  Dilansir dari Dailymail.co.uk, Selasa (26/8/2014), bahwa sarapan ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap manfaat yang selama ini digembar-gemborkan ke publik.

Penelitian dari University of Bath menghasilkan sebuah penemuan yang berbeda tentang dampak sarapan pagi. Kesehatan dari orang yang rutin sarapan maupun yang meewatkan sarapan ternyata tidak ada perbedaan serius di antara keduanya.

Perubahan metabolisme dari kedua pihak yang sarapan dan yang tidak juga tidak berbeda.  Bahkan penemuan tersebut menyatakan bahwa mereka yang makan pagi biasanya malah mengkonsumsi 700 kalori lebih banyak saat sarapan.

Penelitian ini pun juga dilakukan karena James Betts yang memimpin riset ini juga ternyata tidak pernah sarapan sama sekali selama ini. Ia banyak dinasihati orang di sekitarnya yang menganggap bahwa tidak sarapan itu buruk bagi kesehatan.

Hal inilah yang mendorong Betts untuk melakukan riset untuk membuktikan bahwa orang yang tidak sarapan tidak mengalami masalah.

“Keyakinan bahwa sarapan sebagai makanan yang paling penting masih diyakini kuat oleh masyarakat, walaupun bukti ilmiah tentang manfaat sarapan ini sebetulnya masih kurang,”demikian kata Betts. Hasil penelitian terkait sarapan ini kini tercatat dalam American Journal for Clinical Nutrition.

Penelitian lain terkait pertanyaan apakah sarapan berdampak pada penurunan berat badan? Ternyata jawabannya adalah tidak.

Sebuah penelitian dilakukan selama empat bulan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. Riset yang melibatkan kelompok orang yang rajin sarapan dan melewatkan sarapan ternyata menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Kedua kelompok tersebut ternyata tidak mengalami perubahan dalam hal berat badan. Sangat berbeda dari keyakinan umum yang beredar di masyarakat sekarang ini. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *