Waspadai Mie Basah Berformalin dengan Mengenali CIri-Cirinya

Waspadai Mie Basah Berformalin dengan Mengenali CIri-Cirinya

BojonegoroToday – Pasca digerebeknya pabrik makanan yang mengandung formalin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Bogor dan Mabes Polri Sabtu (11/10) lalu, masyarakat pun kembali diingatkan tentang pentingnya memahami ciri-ciri makanan yang mengandung formalin.

Kepala Badan POM Roy Sparringa di kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Senin (13/10) mengatakan bahwa tahun ini saja sudah ditemukan hingga lima kasus mie yang mengandung formalin di Bandung.

Bahkan temuan terbaru tahun ini yakni industri mie berbahaya yang sudah tiga tahun beroperasi dengan omset mie basah hingga 6 ton per hari di Bojonggede, menunjukkan bahwa hal ini patut menjadi perhatian yang serius.

Apalagi, kata Roy, pemasaran produk mie berbahaya tersebut sangat luas mencapai pasar tradisional di kawasan Depok, Bogor dan Jakarta. Karena cakupan peredaran yang terlalu luas disertai banyaknya jenis makanan yang tercemar formalin membuat pihak BPOM kini lebih memperhatikan fokus penyidikan kepada sektor hulu atau pihak produsen.

BPOM sendiri berharap bahwa Pemerintah Daerah juga bekerja sama untuk memakin memperketat pengawasan terhadap penjualan bahan-bahan berbahaya seperti formalin.

Menurutnya pihak Pemda juga perlu bertindak karena bahan-bahan kimia berbahaya seperti formalin itu harus dibeli oleh yang berhak. Bila digunakan untuk kepentingan industri, maka pihak pemerintah harus benar-benar mengecek dengan cermat.

Oleh karena itu, Roy menilai bahwa pendataan pihak retail yang menjual bahan-bahan berbahaya tersebut harus tercatat dengan detil untuk mengatasi kasus semacam ini.

Selain banyak disalahgunakan pada mie basah, formalin juga kerap ditemui di bahan makanan lain mulai dari tahu dan berbagai makanan olahan berbahan ikan seperti pempek,ikan asin, dan lainnya.

Sementara itu masyarakat umum sendiri diminat untuk senantiasa waspada terhadap bahan makanan yang beredar. Dilansir dari detikfood, mie basah yang mengandung formalin bisa dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Saat dipegang mie terasa sangat kenyal atau liat.
2. Selain aroma terigu biasanya tercium aroma seperti obat meskipun sudah berulang kali dibilas air bahkan direbus.
3. Mie sangat liat saaat dipotong dengan sendok. Tekstur kenyalnya mirip karet karena yang alami kenyalnya berasal dari gluten tepung terigu.
4. Mie tahan disimpan atau dibiarkan dalam suhu ruangan selama 1-2 hari.
5. Mie memiliki warna kuning terang yang kuat sebagai tanda jika memakai pewarna yang bukan untuk makanan.
6. Rasanya hambar, kenyal dan gurih dari tepung terigu saja
7. Harganya murah, sekitar Rp. 5.000,00 per 1 kg

Sebaliknya mie yang dibuat dari bahan alami memiliki ciri-ciri:

1. Saat dipegang mie terasa lembut teksturnya.
2. Beraroma tepung terigu dan sedikit bau anyir telur.
3. Mie mudah sekali putus atau patah karena tidak terlalu liat. Tekstur liatnya dari gluten tepung dan telur ayam.
4. Saat direbus airnya agak keruh karena ada tepung terigu dan telur yang ikut terlarut di dalamnya.
5. Mie tidak tahan disimpan lama, mudah sekali berjamur apalagi jika memakai telur.
6. Rasanya gurih, empuk dan lembut karena memakai telur.
7. Harganya agak mahal sekitar Rp 15.000/ kg. (pv)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *