Ancaman Topan di Jepang, Tunda Proses Pencarian Korban Letusan Ontake

Ancaman Topan di Jepang, Tunda Proses Pencarian Korban Letusan Ontake

Foto: Japan Today

BojonegoroToday – Tokyo – Gunung Ontake yang meletus Sabtu pekan lalu masih menyisakan hilangnya 16 orang. Salah seorang petugas resmi bahkan dilaporkan sebagai salah satu korban hilang.

Petugas pemerintahan dari distrik Nagano menyatakan kepada Japan Today Jumat (3/10), keadaan gunung berapi tersebut terus masih mengeluarkan asap kabut dan gas beracun, sehingga daerah yang dekat kawah tidak dapat diakses. Hampir ratusan orang dari tim penyelamat bencana berusaha untuk mencari jejak-jejak korban di sana. Mereka berasal dari petugas tentara, polisi dan pemadam kebakaran.

Tim penyelamat menyatakan bahwa kondisi di lereng gunung Ontake memiliki ketebalan abu hingga setengah meter. Sejumlah mayat pendaki ditemukan dalam posis setengah terkubur.

Namun demikian proses pencarian korban harus terhenti akibat hujan deras yang turun Jumat ini (3/10).  Bukan hanya itu, ada indikasi bahwa topan kemungkinan akan menghantam Jepang selama beberapa hari mendatang.

“Kami telah memutuskan untuk membatalkan pencarian hari itu karena hujan terus turun di dekat gunung,” kata seorang petugas kantor penanggulangan bencana dari Nagano.

“Kami ingin mempercepat operasi penyelamatan karena kami sadar bahwa keluarga dan teman-teman hampir putus asa mencari informasi, tapi kami juga khawatir adanya bencana susulan karena cuaca buruk (topan/taifun),” kata pejabat itu lagi.

“Kami sekarang juga perhatian dengan kemunculan topan yang diperkirakan akan mendekati kepulauan Jepang dan mempengaruhi daerah yang luas, termasuk wilayah kami,”

Menurut badan meteorologi Jepang, topan Phanfone diprediksi akan melanda Jepang dengan angin kencang dan gelombang tinggi akhir pekan ini atau mungkin lebih lambat. Kecepatan topan ini mencapai 252 kilometer per jam.

Topan Phanfone dikenal sebagai salah satu topan terkuat tahun ini dan sedang bergerak dari barat laut di Pasifik menuju barat daya Jepang. Prediksi topan tersebut akan melanda kawasan Jepang saat hari Minggu. Adanya kabar tentang topan ini akan membuat operasi pencarian korban letusan gunung berapi Ontake menjadi tertunda.

Hasil otopsi jenazah yang ditemukan menunjukkan bahwa pendaki dan pejalan kaki tampaknya sedang menikmati makan siang di atas gunung di bawah sinar matahari musim gugur.  Sebagian besar dari mereka tewas akibat terkena lontaran batu pijar dari gunung berapi yang saat erupsi pertama kali mampu melontarkan bebatuan vulkanik hingga dengan 300 kilometer per jam.

Menyikapi tragedi ini, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepada parlemen di Tokyo, bahwa ia ingin mempercepat proses pengambilan langkah-langkah untuk memperkuat sistem pemantauan (gunung berapi). Ia juga berharap di masa depan prosedur dalam memberikan informasi bagi para pendaki juga semakin diperbaiki agar mereka lebih waspada sebelum melakukan aktivitas hiking. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *