AS dan Koalisi Serang ISIS Lewat Jalur Udara

AS dan Koalisi Serang ISIS Lewat Jalur Udara

Foto: AP/ Raqqa Media Center

BojonegoroToday – Selasa (23/9/2014) Amerika Serikat dan sekutunya negara-negara Arab telah melancarkan berbagai serangan untuk menggempur ISIS di kawasan Suriah.

Operasi tersebut sebagaimana laporan dari AFP, Rabu (24/9) menewaskan puluhan militan Al Qaeda dan ISIS.

Serangan terhadap kelompok ekstrimis ISIS tersebut didukung oleh koalisi negara-negara timur tengah seperti Yordania, Qatar, Bahrain, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Berbagai jenis tembakan dilancarkan dari jet- jet tempur, pesawat pembom, drone serta rudal Tomahawk kapal perang AS di kawasan Suriah yang dikuasai kelompok ISIS.

Menurut Presiden AS Barack Obama, gempuran tersebut menunjukkan pada dunia bahwa AS tidak melawan ISIS sendirian. Namun bersama dengan kekuatan koalisi. Ia menegaskan bahwa teroris  yang ingin melawan AS dan menyakiti warganya tidak akan ditolerir.

Pihak AS mengklaim bahwa operasi pemberantasan teroris ini “sangat sukses”. Pihak tentara berhasil menyerang sejumlah target mulai dari posisi ISIS, tempat latihan pasukan ISIS, pusat komando, dan kendaraan bersenjata di daerah Raqa, dekat perbatasan Irak.

Perang melawan teror ISIS ini menjadi simbol penting karena sejumlah negara Sunni terlibat dalam koalisi. Sementara ISIS sendiri juga dianggap sebagai kelompok militan ekstrim beraliran sunni.

Dalam serangan tersebut, Washington menggempur target ISIS di sejumlah titik di kawasan  Raqa, serta di daerah Deir Ezzor, Albu Kamal dan Hasakeh di perbatasan dengan Irak dengan 14 serangan.

Bukan hanya kelompok ISIS yang ditarget dalam penyerbuan ini. Kelompok militan lain yakni “veteran” Al-Qaeda  atau lebih familiar disebut Khorasan juga menjadi sasaran.

Operasi tersebut tercatat telah menewaskan sedikitnya 50 militan Al-Qaeda dan 70 anggota ISIS. Sementara korban dari warga sipil adalah 8 orang dan 3 anak-anak.

ISIS sendiri tercatat memiliki pasukan hingga 31.000 orang menurut data dari CIA. Untuk melemahkan mereka AS mengirimkan total 194 pasukan yang menyerang lewat serangan udara. Setelah mereka berhasil porak poranda, nantinya pasukan ISIS akan berhadapan dengan pasukan koalisi yakni tentara Irak dan pemberontak moderat Suriah yang akan berperang di jalur darat.

Pemberontak moderat Suriah yang terlibat dalam perang melawan ISIS bersedia membantu AS, namun mereka menekan pihak AS untuk mengambil tindakan terhadap kesewenang-wenangan Pemerintah Assad selama ini.(tri/AFP)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *