Asian Games 2014: Diskriminasi Hijab Atlet Basket Qatar Dibahas Panitia OCA

Asian Games 2014: Diskriminasi Hijab Atlet Basket Qatar Dibahas Panitia OCA

Foto:Dohanews

BojonegoroToday – Incheon , Korea Selatan – Tim basket Perempuan di Asian Games mendatang akhirnya diizinkan untuk memakai jilbab. Hal itu menjadi topik bahasan panitia Asian Games karena  sikap tegas yang diambil oleh pemain Qatar di Incheon Asian Games.

Kepala Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengatakan Sabtu, (4/10) dari daily mail, bahwa atlet basket perempuan Qatar diminta untuk melepas hijab mereka sebelum pertandingan pembukaan antara Qatar versus Mongolia pekan lalu. Namun mereka tegas menolak untuk mematuhi aturan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan memilih untuk pulang lebih awal dari pesta olahraga. Ironisnya Asian games yang memiliki slogan”Diversity shines here” ini tidak bisa menerima perbedaan dengan penggunaan jilbab bagi atlet perempuan.

Basket adalah satu-satunya olahraga di Olimpiade yang memaksa aturan tersebut dan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al-Sabah mengatakan hal itu bertentangan dengan cita-cita keadilan dan kesetaraan dalam Asian Games.

Kompetisi di Asian Games dilakukan di bawah peraturan dari badan pengelola internasional olahraga yang berarti atlet dalam olahraga lainnya bebas untuk memakai jilbab. Namun cabang olah raga basket tidak menerapkan kebebasan berhijab tersebut.

Sheikh Ahmad mengatakan aturan telah mencegah tim basket wanita dari negara lain untuk berkompetisi di even ini, “Ada beberapa atlet yang tidak bisa berpartisipasi. Qatar, Afghanistan, Iran. Mereka tidak berpartisipasi di sini karena hijab (aturan), bukan karena mereka tidak memiliki atlet. Tapi saya pikir ini adalah pintu untuk memecahkan masalah untuk masa depan, “katanya dikutip dari daily mail sabtu (4/10).

Sheikh menambahkan bahwa ia sudah membahas hal ini dengan federasi internasional basket dan menghargai upaya FIBA dan sekretaris umum Patrick Baumann dalam membantu menemukan solusi untuk masalah ini.

Pemakaian jilbab memang telah menjadi topik panas dalam olahraga dalam beberapa tahun terakhir. Tidak asedikit atlet Muslim mengeluh bahwa mereka didiskriminasi karena dilarang berkompetisi karena hijab.

Atlet judo Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani pernah menjadi berita utama di Olimpiade London 2012 ketika Arab Saudi meminta dia diizinkan berkompetisi mengenakan jilbab. Sementara aturan federasi internasional judo pada saat itu melarang pemakaian hijab. Namun demikian akhirnya Shaherkani diizinkan untuk bertanding setelah mengenakan cadar dimodifikasi. (tri/dailymail)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *