Banyak Larangan, Taman Kota Jepang Tidak Lagi Nyaman

Banyak Larangan, Taman Kota Jepang Tidak Lagi Nyaman

Foto: www.city.nishitokyo.lg.jp

BojonegoroToday – Taman-taman kota yang merupakan tempat untuk beraktivitas dan bersenang-senang bagi warga setempat kini mulai terasa tidak nyaman akibat diterapkannya berbagai larangan di kawasan tersebut.

Sebagaimana yang ditulis di Shukan Post dan dipublikasikan oleh JapanToday, Jumat (12/9/2014) lalu, apa yang terlihat di taman kota sekarang ini adalah anak-anak muda yang hanya sekedar duduk-duduk di bangku, bermain ponsel atau bermain game, dan tidak ada pemandangan anak-anak bermain bola atau suara anak berteriak girang karena bermain dengan sesamanya.

Fenomena sosial ini dipicu oleh adanya berbagai larangan untuk sejumlah aktivitas akibat komplain sebagian orang yang tinggal di sekitar taman kota. Misalnya aktivitas seperti anak-anak yang berteriak gembira, tertawa dan bersenang-senang di air mancur taman kota Nishi-Tokyo dianggap sebagai “kebisingan” sehingga harus dikontrol agar tidak mengganggu orang lain. Caranya dengan menempuh aksi legal agar tidak ada yang membuat keramaian di lokasi taman.

“Ada yang komplain kami ini berisik dan jika kami ingin tetap di taman ini kami musti mencari permainan yang lebih tenang, ” kata seorang anak menjelaskan.

Tindakan yang diambil pemerintah lokal atas pelarangan berbagai kegiatan yang membuat ramai tersebut salah satunya adalah karena komplain dari salah satu penghuini sekitar Nishi-Tokyo. Seorang wanita sedang menjalani terapi kesehatan arrhytmia. Kebisingan akan membuatnya merasa terganggu dan tidak nyaman, sehingga permintaan tersebut dikabulkan oleh pemerintah setempat.

Pemerintah resmi di Nishinomiya menyatakan, “Terkait komplain yang kami terima, kami telah memasang lebih banyak rambu peringatan untuk aktivitas tertentu di taman-taman kota, ketika warga melihat rambu tersebut, akan lebih mudah bagi mereka untuk secara sukarela menerapkan aturan tersebut.”

Hal lain yang diungkap di Shukan Post adalah tindakan yang diambil terkait dengan keamanan. Karena seringnya terjadi kecelakaan saat bermain di taman, pihak pemerintah memutuskan untuk menghilangkan sejumlah ayunan dari taman-taman kota. Pimpinan dari Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata melihat ayunan sudah ketinggalan zaman. Berbagai permainan seperti jungle gyms dan ayunan dari kayu yang diikat tali pun diinstruksikan untuk disingkirkan dari taman.

Ayunan taman menyusut hingga sepertujuh dari jumlah keseluruhan di awalnya, sementara jungle gym berkurang hingga separuh. Hanya mainan seluncuran sepanjang satu meter yang boleh ada di taman.

“Anak-anak duduk di seluncuran, dan sebelum mereka sadar, tahu-tahu kaki mereka sudah mencapai tanah,” komplain Takashi Komiyama,salah seorang anggota Nakano Ward, bagaimana mereka berharap anak-anak bermain di permainan seperti itu?”

Komiyama melanjutkan, “Ya tentu, sangat penting untuk mengutamakan keselamatan, tetapi perangkat bermain yang lama bisa meningkatkan kondisi fisik dan mendorong anak-anak untuk waspada dengan kemungkinan bahaya yang bisa terjadi. Semua aturan ini tidak akan membantu mereka,”pungkasnya. (tri/sumber:JapanToday)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *