Dua Geng Mengaku Bunuh 17 dari 43 Mahasiswa Meksiko yang Hilang

Dua Geng Mengaku Bunuh 17 dari 43 Mahasiswa Meksiko yang Hilang

Tentara Mengamankan Lokasi Kuburan Massal yang Ditemukan di Pueblo Viejo. Foto: AFP

BojonegoroToday – Iguala – Dua geng pembunuh bayaran berhubungan dengan polisi mengaku membunuh 17 dari 43 siswa yang hilang di Meksiko selatan. Kasus ini diungkap pasca ditemukannya kuburan massal dengan puluhan jenazah.

Menurut Inaky Blanco, kepala jaksa yang menangani tindak kejahatan yang melanda Guerrero, mengatakan hari Minggu (5/10), dikutip dari AFP, akan memakan waktu setidaknya 15 hari untuk mengidentifikasi 28 mayat di kuburan bawah tanah. Kondisi mayat tersebut mengenaskan, beberapa di antaranya terbakar dan ada juga yang dalam bentuk potongan-potongan tubuh.

Kuburan massal itu ditemukan Sabtu (4/10) di sebuah bukit di Pueblo Viejo, distrik miskin kota Iguala, dimana siswa yang hilang terakhir terlihat pada malam tanggal 26 September, sekitar 200 kilometer di selatan dari Mexico City.

“Tempat tidur cabang dan batang pohon dibuat, di mana mayat-mayat korban diletakkan dan bahan yang mudah terbakar digunakan,” kata Blanco.

Para siswa menghilang setelah petugas kepolisian kota Iguala menembaki bus mengangkut mereka, dan Blanco mengatakan geng Guerreros Unidos terlibat dalam kekerasan yang menewaskan enam orang tewas, 25 terluka dan 43 hilang. Sementara itu para siswa dituduh membajak bus, Blanco mengatakan motif serangan itu masih dalam penyelidikan.

Pihak berwenang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk walikota dan kepala keamanan kota, keduanya telah menghilang.

Blanco mengatakan para anggota polisi dan geng terlibat dalam kedua kejahatan. Sekitar 30 orang telah ditahan atas penembakan, termasuk setidaknya 22 polisi.

Selain itu saksi mata mengatakan beberapa siswa tampak dipaksa masuk ke dalam kendaraan polisi., Para siswa tersebut berasal dari sebuah perguruan tinggi pendidikan guru yang terkenal sebagai sarang protes radikal.

Blanco mengatakan bahwa Francisco Salgado Valladares memerintahkan dua anggota gangster untuk pergi ke lokasi bus siswa. Kedua kelompok pembunuh bayaran itu kemudian menerima instruksi dari seorang pemimpin Guerreros Unidos dikenal sebagai “El Chucky” untuk menculik mahasiswa dan membunuh mereka, katanya.

Para gangster membuat siswa keluar bus. Mereka menculik 17 orang dan membawa mereka ke puncak bukit di Pueblo Viejo di mana mereka dibunuh dan dikubur di kuburan massal, kata Blanco.

Pihak berwenang mengatakan kuburan massal itu dibuat setelah berhasil menginterogasi para tersangka.

Pueblo Viejo sendiri merupakan sebuah dusun yang dikelilingi oleh hutan dan pegunungan. Penduduk setempat mengatakan wilayah ini didominasi oleh para gangster. Salah seorang saksi penduduk mengaku telah melihat petugas kepolisian naik bukit dalam beberapa hari terakhir, sebelum pihak berwenang menemukan kuburan massal.

“Mereka di sana bolak-balik,” kata warga, Jose Garcia, menunjuk ke sebuah lokasi antara dua pegunungan di mana kuburan ditemukan. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *