Kasus Ebola Pertama di Amerika Diderita Pria Texas

Kasus Ebola Pertama di Amerika Diderita Pria Texas

AFP

BojonegoroToday – Dallas –  Seorang pria di Amerika Serikat didiagnosis menderita virus Ebola, demikian ungkap Dr. Thomas R. Frieden, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada AP, Selasa (30/9/2014).

Pria tersebut baru kembali dari penerbangan komersial Liberia dan mendarat di Dallas pada Tgl. 20 September lalu. Ini merupakan kasus pertama yang menimpa seorang traveler dengan pesawat penumpang umum dan juga pertama kalinya seorang dari luar negara epidemi tersebut didiagnosis menderita virus tersebut.

Para dokter di Amerika Serikat memprediksi bahwa kasus ini akan sama cepatnya dengan wabah yang terjadi di Afrika Barat, di mana virus tersebut menjangkiti masyarakat Afrika dengan sangat cepat dan meluas.

Selama ini pihak rumah sakit dan departemen kesehatan selalu mengira adanya penderita virus Ebola di Amerika, namun seringnya itu hanya kesalahan diagnosis saja. Namun untuk yang satu ini, benar-benar kasus yang nyata. Amerika Serikat tinggal menunggu waktu wabah ini meluas sebagaimana yang terjadi di Afrika.

Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu berangkat ke Liberia untuk mengunjungi saudaranya. Ia dilaporkan dalam keadaan sehat saat berangkat dan di pesawat, demikian kata petugas medis di Konferensi Pers di Selasa Malam (30/9). Bahkan saat dilakukan screening di pesawat ia dinyatakan sehat dan tidak mengalami demam.

Karena Ebola tidak menular pada orang lain selama tidak ada gejala-gejala infeksi yang muncul, sehingga tidak mungkin pria tersebut terkena virus dari orang lain di dalam pesawat, kata Dr. Thomas R. Frieden.  Ebola selama ini diketahui dapat menular melalui kontak cairan tubuh secara langsung dengan orang yang terinfeksi, misalnya, ludah, darah, dan cairan tubuh lainnya.

Kontak Pasien Ebola Pertama di AS Juga Diperiksa 

Kasus ini cukup mengejutkan karena pria tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi Ebola saat datang dari Liberia. Menangani kasus ini, pihak tim dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS pun menuju Dallas untuk memeriksa siapa saja orang-orang yang berhubungan dengan pasien.

Pelacakan dan pemeriksaan tersebut kini sedang dalam proses kepada anggota keluarga, perawat medis, dan orang-orang yang kontak dengan pasien, demikian kata petugas kesehatan di Texas.

Meskipun keluarga dan komunitas yang berhubungan dengan pasien sedikit, kata Dr. Frieden, sangat mungkin anggota keluarga yang bersama pasien saat sakit akan terkena infeksi Ebola juga.

Proses pelacakan dan pemeriksaan juga dilakukan pada orang-orang yang mungkin terinfeksi selama pasien sakit. Pihak petugas kesehatan akan mengecek perkembangan mereka setiap hari selama 21 hari penuh yang merupakan masa inkubasi penyakit Ebola.

Kebanyakan orang akan menunjukkan gejala-gejala Ebola dalam waktu delapan hingga 10 hari terpapar virus. Siapa saja yang mulai mengalami tanda-tanda Ebola, misal demam atau lainnya, akan langsung diisolasi dan dites apakah potif Ebola atau tidak. Jika positif, pasien akan tetap diisolasi dan dirawat. Lalu orang-orang yang terlibat dengan pasien akan dimonitor selama 21 hari. Prosedur tersebut akan terus berulang dilakukan hingga tidak ada yang menderita penyakit tersebut.

Dr. Frieden menyatakan bahwa metode ini tepat dan teruji. Ia sama sekali tidak ragu bahwa pihaknya akan menghentikan wabah ini agar tidak menyebar di AS.

Dr. Frieden  menolak untuk mengungkapkan detail informasi mengenai pria yang terinfeksi Ebola tersebut. Ia bahkan tidak menyebutkan kewarganegaraan pasien yang bersangkutan. Ia hanya menyatakan bahwa pasien bukanlah petugas kesehatan, dan pihak medis sama sekali tidak mengerti bagaimana pria ini bisa terkena Ebola.

Pasien ini tidak menderita sakit hingga sekitar 24 September lalu, yakni beberapa hari setelah ia tiba dari perjalanannya ke Liberia. Liberia merupakan salah satu negara yang juga mengalami wabah penyakit mematikan tersebut.

Saat ini pria tersebut sedang dirawat di Texas Health Presbyterian Hospital di Dallas dalam kondisi sakit parah, kata Dr. Frieden. Para dokter dan keluarga pasien saat ini sedang membicarakan tentang uji coba perawatan eksperimental kepada pasien, lanjutnya lagi. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *