MH17 Diduga Dihantam Benda Berkekuatan Tinggi

BojonegoroToday – Sebuah laporan dari Belanda mengumumkan bahwa pesawat Malaysia MH17 kemungkinan terkena sejumlah benda berkekuatan tinggi di luat pesawat sehingga menyebabkan pesawat berpenumpang 298 itu hancur di atas langit Ukraina Timur. Laporan tersebut diungkap Selasa (9/9/2014) mencuat setelah terdapat penelitian lebih lanjut tentang kondisi pesawat.

Dilansir dari JapanToday, Rabu (10/9/2014) Dewan Keselamatan Belanda (Dutch Safety Board) mengungkapkan bahwa Boeing 777 ditembak jatuh oleh rudal pada 17 Juli lalu, tapi temuannya tampaknya menunjuk pada kesimpulan itu. Lebih lanjut ia tidak mengatakan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kerusakan yang diamati di bagian depan pesawat tampaknya menunjukkan bahwa pesawat itu ditembus oleh sejumlah besar benda berkekuatan tinggi dari luar pesawat,” dikutip dari laporan itu. “Ada kemungkinan bahwa kerusakan ini mengakibatkan hilangnya integritas struktural dari pesawat, yang menyebabkan pecah di dalam pesawat.”

Dewan ini memimpin penyelidikan internasional atas penyebab bencana MH17 tersebut. Laporan yang lebih lengkap diharapkan akan ada dalam waktu satu tahun pasca kecelakaan itu.

“Hasil awal dari titik penelitian menunjukkan adanya penyebab eksternal dari kecelakaan MH17,” kata Tjibbe Joustra, Ketua Dewan mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan penyebab dengan lebih tepat. Dewan Keselamatan percaya bahwa bukti tambahan akan ada untuk penyelidikan di waktu mendatang. ”

Christopher Yates, seorang pakar keselamatan penerbangan di Yates Consulting, mengatakan kepada AP tentang laporannya, bahwa hal itu sangat sesuai dengan kerusakan akibat rudal karena adanya tanda-tanda yang menunjukkan hal tersebut.

“pastinya benda itu bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk membuat kerusakan,” katanya. “bisa jadi itu sejenis rudal yang mampu mencapai ketinggian yang akan menghantam pesawat, kemungkinan potensinya adalah rudal BUK. “

Dalam laporan itu Yates tidak memberikan indikasi apakah rudal telah ditembakkan dari tanah atau dari pesawat lain. Namun diduga rudal tersebut  mungkin berasal dari tanah karena tidak ada pesawat militer diketahui ada pada saat itu. Rudal tidak mungkin ditembakkan oleh orang secara langsung karena tidak akan mencapai ketinggian, tambahnya lagi. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *