Permintaan Naik di China dan India, Harga Berlian Semakin Melangit

Permintaan Naik di China dan India, Harga Berlian Semakin Melangit

si.edu

BojonegoroToday – Permintaan pasar untuk berlian semakin tinggi ditandai dengan melejitnya angka permintaan konsumen dari berbagai negara Amerika Serikat, India, serta China.

Dingkapkan oleh sebuah perusahaan tambang berlian , De Beers, bahwa produksi berlian dalam cakupan global akan menurun mulai tahun 2020 mendatang sehingga akan menyebabkan perhiasan ini semakin langka dan semakin mahal.

Kelangkaan  terjadi karena minimnya tambang baru untuk produksi berlian. Semakin meningkatnya permintaan konsumen juga disinyalir memperburuk kondisi ini.

“Kecuali penemuan baru yang besar yang dibuat di tahun-tahun mendatang, pasokan dapat diperkirakan menurun secara bertahap dari tahun 2020,” kata De Beers kepada TheGuardian, Rabu (17/9).

Tambang berlian yang ada di Botswana, Afrika Selatan dan Namibia mulai berkurang. Di sisi lain kebutuhan untuk menggali lebih batuan mineral ini lebih dalam telah membuat hal ini menjadi kurang menguntungkan.

De Beers, yang dimiliki oleh kelompok pertambangan FTSE Anglo American, mengatakan eksplorasi kini telah bergeser menuju ke Angola, Republik Demokrasi Kongo, Zimbabwe, Arktik Siberia dan Kanada.

Permintaan pasar terbesar di dunia untuk berlian ada di Amerika Serikat. Menyusul China yang permintaan pasarnya juga melompat hingga 15 persen dari pasar berlian dunia, padahal pada tahun 2003 pasar di China tidak melebihi 3 persen.

“China dan India jelas bisa sama besar seperti Amerika Serikat sekitar 15 tahun di masa mendatang,” kata CEO De Beers ini , Philippe Mellier. Bahkan ia berharap pasar Cina tumbuh lebih dari 10% per tahun. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *