Renggut Kehidupan Pasien, Dokter Bedah Pecandu Kokain Dideportasi dari Australia

Renggut Kehidupan Pasien, Dokter Bedah Pecandu Kokain Dideportasi dari Australia

BojonegoroToday – Seorang ahli bedah saraf kelahiran Malaysia yang bekerja di Rumah Sakit Swasta Nepean di Sydney harus dideportasi kembali ke ke negara asalnya, Malaysia, karena izin tinggalnya di negeri kangguru ditolak.

Dokter bedah bernama Suresh Nair tersebut telah beberapa kali terkena kasus dengan kecelakaan yang menimpa pasien bedahnya karena prosedur operasi yang tidak semestinya.

Dilansir dari Yahoo Singapura Selasa, (26/8/2014), Dr. Suresh Nair juga diketahui kecanduan kokain dan terkait dengan kematian dua pelacur yang tewas di kediamannya beberapa tahun lalu.

Kejadian yang mengerikan dari pengalaman pasiennya terungkap di media massa Australia. Salah satu pasien yakni Carla Downes mengungkapkan kepada ABC bahwa dalam kedua dari tiga operasi, Dr Suresh telah melakukan prosedur operasi yang salah dari tulang punggungnya. Akibatnya ia menderita tujuh tahun nyeri permanen.

Pasien lain Rhonda Taylor juga menuturkan kepada Fairfax Media bahwa salah penanganan terhadap fusi tulang belakang yang dilakukan oleh Dr Suresh pada tahun 2009 telah “merenggut kehidupannya”.

Kesaksian tersebut terungkap pasca pihak New South Wales Medical Council dan rumah sakit umum dan swasta Nepean menyadari Dr Suresh kecanduan kokain sejak tahun 2004. Ia diskors selama enam minggu setelah tes urine yang menunjukkan ia positif pengguna kokain.

Dewan Medis merasa aman untuk berhenti melakukan tes narkoba pada ahli bedah ini pada tahun 2008, sementara Rumah Sakit Umum Nepean mempertahankan keputusan awal untuk melarang dia untuk kembali ke meja operasi, namun dalam praktiknya rekan kerjanya memungkinkan dia kembali lagi untuk melakukan prosedur operasi.

Pada saat itu, Dr Suresh menghabiskan puluhan ribu dolar pada pelacur dan  mengadakan pesta obat-obatan terlarang di rumahnya, menurut ABC.

Sementara itu Daily Mail Australia mengutip laporan Fairfax bahwa rekan kerja, rekan-rekan ahli bedah saraf, mulai mengungkapkan keraguan pada kemampuan Dr Suresh pada saat itu karena ia seringkali “mengeluarkan keputusan aneh” tentang prosedur operasi bedah.

Pada bulan Februari 2009, pekerja seks 23 tahun, Victoria McIntyre, meninggal karena overdosis kokain setelah semalam di apartemen ahli bedah saraf itu.

Meski rumah sakit diberitahu tentang insiden itu, namun pihak NSW Medical Council tidak mengetahuinya sehingga Dr Suresh terus bekerja.

Namun, pada tahun 2010 Dr Suresh ditangkap setelah kematian seorang escort kedua di rumahnya, demikian dilaporkan Daily Mail Australia yang dilansir dari Yahoo Singapura.

Perempuan bernama  Suellen Domingues-Zaupa, 19 tahun meninggal setelah menderita serangan jantung karena overdosis kokain.

Puncaknya Dr Suresh dipenjara selama empat tahun setelah ia mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan dan dua tuduhan memasok kokain, papar Daily Mail Australia. Lisensi medisnya kemudian dicabut. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *