Tradisi Berburu Lumba-Lumba di Jepang Menuai Kritik

Tradisi Berburu Lumba-Lumba di Jepang Menuai Kritik

Foto: AFP

BojonegoroToday – Tradisi perburuan lumba-lumba yang berlangsung selama enam bulan telah dimulai pada hari Senin (1/9/2014)di Prefektur Wakayama Taiji. Namun  cuaca buruk hari ini membuat peserta akan menunda tradisi yang kontroversial tersebut.

Dilansir dari JapanToday (1/9/2014), tradisi berburu lumba-lumba ini dilakukan setiap tahun, yakni sebuah acara di mana orang-orang dari daerah koral menuju sebuah teluk terpencil dan memburu lumba-lumba di sana. Tradisi yang banyak dikecam banyak pihak ini sudah disorot dunia internasional sejak 2010 ketika muncul film dokumenter yang memenangkan Oscar berjudul “The Cove”.

“Musim perburuan lumba-lumba mulai hari ini dan akan berlangsung hingga akhir Februari,” kata seorang pejabat asosiasi perikanan Taiji. Ia menambahkan bahwa karena cuaca pada hari Senin buruk makanya tidak akan ada perburuan pada hari itu.

Tradisi ini dipertahankan karena sudah dilakukan dari dulu. Mereka juga mengatakan bahwa populasi lumba-lumba tidak sedang terancam.

Pihak aktivis lingkungan internasional Sea Shepherd yang menamakan diri mereka “cove guardian” musim lalu merekam aksi pemburuan lumba-lumba dan menyiarkan videonya.

Sementara pada awal tahun ini, tradisi berburu lumba-lumba ini telah memicu kritik dan kecaman setelah Duta Besar AS untuk Jepang Caroline Kennedy mengungkapkan keprihatinannya pada “perburuan yang tidak berperikemanusiaan” itu via twitter.

Kritik dari Jepang sendiri juga muncul di Tokyo pada hari Minggu (31/8/2014) ketika 30 orang melakukan aksi berbaris dan memprotes tradisi yang sudah mencemarkan reputasi Jepang di mata internasional. (tri)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *