67 Jamaah Haji Indonesia Sakit Karena Sengatan Panas dan Dehidrasi

67 Jamaah Haji Indonesia Sakit Karena Sengatan Panas dan Dehidrasi

BojonegoroToday – Arafah  Cuaca ekstrim yang melanda akhir-akhir ini membuat para jamaah haji banyak yang sakit. Kondisi tersebut terjadi karena jamaah tidak tahan terkena sengatan cuaca yang sangat panas mencapai 43 derajat celcius. Kebanyakan jamaah terkena heat stroke, bahkan ada yang  meninggal dunia akibat dehidrasi, demikian sebagaimana dilansir dari Gatra, Jumat sore (3/10).

Keadaan tersebut membuat pos kesehatan di Arafah banyak menerima pasien dari jamaah yang terkena heat stroke. Setidaknya dalam lima jam setelah wukuf, sebanyak  67 jamaah dirawat ke pos kesehatan karena mengalami dehidrasi, demikian kata Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia, Abidinsyah Siregar, di Arafah, Arab Saudi.
Dokter Abidin bersama Ketua KPHI, Slamet Effendy Yusuf saat menyampaikan evaluasi pasca puncak acara haji, wukuf di Arafah menyatakan, bahwa heat stroke bisa dialami oleh jamaah akibat kekurangan cairan. Untuk mengatasinya para jamaah disarankan banyak minum.

Ditambah lagi serangan heat stroke akan semakin memperburuk kondisi jamaah haji yang mempunyai resiko tinggi. Ia mengatakan bahwa risiko tersebut banyak dialami bagi orang yang memang memiliki sakit dan berusia di atas 50 tahun.

“Yang sehat saja bisa terpengaruh, apalagi yang beresiko tinggi,” kata Abidin lagi.

Dalam rangka mencegah jatuhnya korban, Slamet Effendy Yusuf mengharapkan adanya operasi khsuus pembagian air sebanyak minimal 2 botol  untuk para jamaah haji setelah wukuf. Saat jamaah berangkat ke Muzdalifah atau saat di Mina, botol-botol air tersebut diharapkan sudah dibagikan.

Kini tim medis dan para dokter sedang menangani para jamaah agar kuat melakukan kegiatan selanjutnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *