Asap Kebakaran Hutan Indonesia Mencapai Singapura

Asap Kebakaran Hutan Indonesia Mencapai Singapura

Foto: Roslan Rahman / AFP / Getty Images

BojonegoroToday –  Parlemen Indonesia pada hari Selasa lalu (16/9/2014 )memutuskan untuk meratifikasi perjanjian regional lintas batas tentang kabut asap karena insiden kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Asap kabut telah mencapai negara tetangga Singapura dengan tingkat polusi udara yang berbahaya.

Pejabat di Singapura dan Malaysia telah berupaya keras untuk mengatasi masalah akibat kebakaran hutan di Indonesia, yang beberapa tahun ini semakin meningkat.  Apalagi kebakaran di hutan Indonesia acapkali sengaja dilakukan oleh oknum untuk membuka lahan perkebunan untuk usaha komersial.

Polusi udara di negara Singapura hingga kini naik ke level tidak sehat sejak hari Senin, (15/9/2014) karena pihak berwenang Indonesia gagal mengendalikan kebakaran di sejumlah besar hutan tropis di Pulau Sumatra.

Perjanjian tersebut mewajibkan Indonesia untuk memperkuat kebijakan pada kebakaran hutan dan asap kabut, berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan daerah tentang masalah ini dan mendedikasikan lebih banyak sumber daya untuk masalah ini, baik dalam skala regional maupun skala dalam negeri.

Indonesia menandatangani Perjanjian dengan negara-negara ASEAN mengenai Polusi Asap Lintas Batas 12 tahun yang lalu dan telah berada di bawah tekanan yang semakin meningkat untuk meratifikasi dokumen perjanjian tersebut, dengan mengadakan perundingan pada bulan Januari.

Anggota parlemen Indonesia mengungkapkan bahwa Indonesia telah berupaya melakukan pencegahan, mitigasi kebakaran hutan dan kabut asap, dan kegiatan pemulihan di tingkat nasional.Namun untuk penanganan polusi lintas batas, Indonesia dan negara-negara Asean lainnya berupaya untuk melakukan pencegahan dan mitigasi secara bersama-sama.

Singapura dan Malaysia mendapat kabut asap kiriman dari hutan Indonesia setiap tahunnya. Bahkan kebakaran pada bulan Juni tahun lalu menyebabkan krisis polusi terburuk di kawasan itu dalam satu dekade. Sehingga kedua negara tersebut meminta Indonesia untuk mengambil tindakan.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar kebakaran hutan terjadi untuk membuka lahan untuk perkebunan komersial, seperti kertas dan kelapa sawit. Sejumlah oknum pelaku pembakaran hutan juga telah ditangkap dalam sebagian kasus.

Krisis kabut asap pada Juni tahun lalu bahkan memicu pertikaian diplomatik yang sangat buruk dengan Indonesia. Terdapat adanya tudingan bahwa perusahaan Malaysia dan Singapura yang memiliki perkebunan di Sumatera dan Kalimantan Indonesia termasuk yang memulai penyebab kebakaran terjadi.

Singapura bulan lalu malah mengesahkan RUU yang memberikan keleluasaan bagi pemerintah negara tersebut untuk menjatuhkan denda kepada perusahaan yang menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk kabut asap hingga 1,6 juta dollar, terlepas dari apakah mereka memiliki kantor di Singapura. (es/AP)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *