Cegah MERS dan Ebola, Pemerintah Siapkan Vaksin untuk Jamaah Haji

Cegah MERS dan Ebola, Pemerintah Siapkan Vaksin untuk Jamaah Haji

BojonegoroToday – Merebaknya penyakit MERS, Ebola, meningitis, dan virus flu burung membuat sebagian kalangan khawatir untuk menjalankan ibadah haji. Untuk mengantisipasinya pemerintah telah menyiapkan jalan keluar dengan pemberian vaksin.

Sebagaimana dipaparkan oleh Yusharmen, D.Comm di Jakarta (21/8) yang merupakan Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan Masyarakat, bahwa Pemerintah mendorong jamaah haji yang hendak berangkat untuk melakukan vaksinasi meningitis yang disediakan gratis

Menurut Yusharmen yang paling utama untuk dilakukan terlebih dahulu adalah vaksinasi meningitis. Meningitis merupakan infeksi pertama yang bisa menyerang jamaah sebelum diikuti infeksi virus lainnya seperti flu burung, MERS, dan Ebola. Sementara vaksin virus flu burung, MERS, dan Ebola hingga kini masih belum ditemukan.

Selain membekali diri dengan vaksinasi, jamaah haji juga harus waspada dengan kesehatan masing-masing. Karena jamaah haji datang dari berbagai negara yang bisa saja menularkan berbagai penyakit kepada jamaah Indonesia.

Senada dengan pernyataan Yusharmen, Dr. dr. Fidiansjah, Sp. KJ, MPH yang merupakan Kepala Pusat Kesehatan Haji mengungkapkan bahwa vaksin meningitis adalah syarat utama dan vaksin untuk virus-virus lainnya masih perlu menunggu penelitian lebih lanjut.

Selain itu dr. Fidiansjah juga berkomentar bahwa untuk melindungi dan mengantisipasi penyebaran virus  pihaknya  telah menyiapkan alat deteksi kesehatan di semua embarkasi. Alat bernama thermal scanner ini bermanfaat untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi dan gejala semua virus yang ada pada jamaah haji sepulang dari Arab Saudi nanti.

Jamaah haji juga dibekali buku kesehatan haji untuk mencatat kondisi kesehatan dan kontrol dari gejala-gejala virus dan infeksi penyakit lainnya. Setelah pulang ke Indonesia mereka tetap wajib datang ke puskesmas setempat untuk melaporkan keadaan masing-masin. Pemantauan akan dilakukan hingga 21 hari kepulangan. Sebagaimana diketahui bahwa jangka waktu 21 hari ini adalah masa inkubasi virus Ebola. (ES)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *