Di Indonesia Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Hanya 42 Persen

 

Di Indonesia Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Hanya 42 Persen

BojonegoroToday – Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa pencapaian pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan di Indonesia hanya berkisar 42 persen. Padahal rekomendasi dari WHO setidaknya adalah 50 persen.

Hal ini ditengarai karena kesadaran para ibu untuk memberikan ASI eksklusif masih belum merata. Setidaknya menurut data dari Kemenkes, sekitar 25 juta wanita usia produkti di Indonesia perlu mengetahui pentingnya ASI eksklusif dan menerapkannya. ASI eksklusif dapat membantu meningkatkan harapan hidup bagi ibu dan memberikan gizi optimal untuk bayi.

Pihak kementerian kesehatan berupaya untuk melakukan sosialisasi perbaikan gizi anak Indonesia sejak dini melalui ASI eksklusif. Sosialisasi yang digencarkan ini juga diiringi dengan pengaturan regulasi dan peningkatan layanan kesehatan di sejumlah tempat.

Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan Doddy Izwardi mengatakan, “Berbagai regulasi dan peningkatan layanan di banyak tempat dilakukan demi mencapai target capaian ASI eksklusif,” ujar Doddy di Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Regulasi yang telah disusun adalah Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2012 yang mengatur tentang larangan tempat fasilitas kesehatan untuk menawarkan dan memberikan susu formula (sufor). Selain PP ini, pihak kementerian juga berkomitmen untuk mengatur adanya ruang khusus laktasi untuk ibu menyusui di tempat-tempat kerja.

Menurut Doddy pemberian ASI eksklusif ini sangat penting untuk negara. Ia berharap agar pemerintah di masa mendatang membantu meningkatkan anggaran di sektor kesehatan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pelayanan gizi ibu dan anak, membantu dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif di setiap daerah.

“Investasi pada gizi membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan produk domestik bruto negara.” kata Doddy. (es/kompas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *