Hujan Buatan Jadi Solusi Pemadaman Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera

Hujan Buatan Jadi Solusi Pemadaman Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera

Foto: ROL

Jakarta –  Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia masih diupayakan untuk dipadamkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini sedang mengerahkan sejumlah pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU untuk memancing hujan di ratusan titik api yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan

Proses pemadaman kebakaran hutan dilakukan dengan membuat hujan buatan. Pesawat-pesawat Hercules milik TNI-AU sudah beroperasis sejak Minggu (21/9) siang  menaburkan 4 ton NaCl untuk membuat Kota Palembang dan sekitarnya diguyur hujan.

Namun demikian proses tersebut belum maksimal dilakukan karena minimnya jumlah pesawat yang bisa dioperasikan untuk prosedur hujan buatan tersebut, demikian sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (30/9).

Sutopo menyatakan bahwa pesawat Hercules C-130 hanya satu unit saja yang digunakan. Sehingga tidak semua wilayah dengan titik api bisa terjangkau.  Ia menyatakan bahwa pihaknya masih mencoba untuk mencari pinjaman pesawat lain untuk operasi tersebut, katanya saat ditemui di Jakarta.

Upaya pemadaman rencananya akan terus diupayakan hingga Oktober 2014. Lokasi pusat pemadaman memiliki posko pusat di Palembang. Sehingga fokus pemadaman masih seputar Sumatera Selatan.

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk meneruskan pemadaman ini hingga ke Riau, Lampung, Jambi, dan Kalimantan Tengah.

Hasil pemadaman dengan melakukan hujan buatan ini berhasil memancing hujan untuk turun di sekitar lokasi hotspot.

BNPB menyatakan bahwa hutan dan lahan seluas 4.051 hektar dari total 11.801 hektar yang terbakar di Sumatera dan Kalimantan telah berhasil dipadamkan.

Proses pemadaman melibatkan sejumlah tim penanggulangan kebakaran dari 2.200 personel dari TNI dan 1.050 personel Polri untuk terjun ke lapangan memadamkan api. Sedangkan, pihak Satgas udara BNPB dan BPBD membantu pemadaman dengan dengan rekayasa cuaca dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Setidaknya menurut data satelit Modis pada Kamis (25/9) di wilayah Kalimantan Tengah jumlah titik api mencapai 1.041 lokasi. Sementara di wilayah Kalimantan Selatan terdapat 261 titik api, Kalimantan Timur 189 titik dan Kalimantan Barat 40 titik.

Sementara data untuk wilayah Sumatera adalah Sumatera Selatan memiliki 223 titik api, Lampung 26 titik, Jambi 5 titik dan Riau 2 titik. (es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *