Pabrik Mie Berformalin Digerebek BPOM Bogor dan Mabes POLRI

Pabrik Mie Berformalin Digerebek BPOM BOgor dan Mabes POLRI

Pabrik mie berformalin mampu hasilkan 6 ton mie berbahaya sekali produksi. Foto: Tribunnews

BojonegoroToday – Bogor – Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan sidak untuk bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya formalin. Sidak kali menggandeng Satuan Direktorat Kriminal Umum Mabes Polri dan berhasil menggerebek pabrik mie berformalin di Kelurahan Pabuaran, RT 03/13, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (11/10) dini hari.

Ada dua pabrik mie basah yang mengandung formalin yang diamankan kepolisian dan BPOM. Pabrik tersebut bahkan memiliki kemampuan produksi yang sangat besar yakni mencapai 6 ton mie dalam sekali produksi. Mie-mie tersebut diedarkan di wilayah Jabodetabek.

Hasil penggerebekan pabrik mie tersebut para petugas kepolisian juga berhasil mengamankan dua karung formalin seberat 50 Kilogram, ratusan kilo mi siap dipasarkan, serta alat pencetak mie. Pemilik pabrik yakni Lilik Supriadi, (47) juga dimintai keterangan oleh pihak berwenang untuk mempertanggungjawabkan usahanya.

Berdasarkan keterangan Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, BPOM Pusat, Mustofa, menyatakan bahwa pengerebakan tersebut dilakukan setelah dua bulan tim BPOM melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa dua pabrik mie basah ini bisa membuat 6 ton mie basah dalam sekali produksi. Selain itu formalin yang terkandung di dalam mie basah juga tergolong tinggi yakni di atas 1,5 miligram. Kadar tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan, kata Mustofa.

Mustofa menambahkan bahwa pabrik mie basah berformalin yang sudah beroperasi selama 3 tahun ini masuk kategori pabrik berskala besar dengan karyawan 20 orang.  Mie yang dijual pelaku ini lebih murah dibandingkan mie tanpa formalin dan dipasarkan di  sejumlah pasar tradisional atau langsung kepada pedagang makanan olahan mie di kawasan Jabodetabek dengan menggunakan 4 unit mobil.

Sebagaimana diketahui bahwa formalin banyak dipakai untuk mengawetkan mayat. Bahan ini berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi dengan kadar tertentu dan dilakukan terus-menerus.

Pelaku produsen bahan makanan berbahaya seperti pabrik mie basah berformalin ini dapat terkena jeratan hukuman sesuai ketentuan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pelaku bisa terkena ancaman kurungan penjara lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.(es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *