Penetapan Batas Laut dengan Singapura Bisa Digunakan untuk Selesaikan Sengketa di Perairan

Penetapan Batas Laut dengan Singapura Bisa Digunakan untuk Selesaikan Sengketa di Perairan

BojonegoroToday – Penandatanganan Perjanjian Penetapan Batas Laut di Wilayah Indonesia-Singapura di Bagian Timur Selat Singapura hari Selasa (2/9/2014) lalu di Singapura, diharapkan akan memberikan batasan yang jelas tentang kedua negara tersebut, memberi manfaat dalam menjaga kedaulatan, serta mampu menjadi rujukan apabila terjadi sengketa di wilayah perairan.

Dikutip dari Kompas Rabu (3/9/2014), Teuku Faizasyah selaku Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional menyatakan bahwa penetapan negosiasi ini nantinya akan memberikan manfaat riil bagi Indonesia dan Singapura dalam menjaga kedaulatan dan menegakkan hukum di wilayah perairan kedua negara tersebut.

Selain itu manfaatnya juga meliputi peningkatkan kerja sama dalam hal keselamatan pelayaran, kelautan dan perikanan, serta penanggulangan kejahatan di area lintas batas di Selat Singapura.

Bahkan apabila terjadi  sengketa perbatasan antara negara-negara di kawasan dapat merujuk pada perjanjian negosiasi batas laut wilayah Indonesia dan Singapura yang ditentukan dengan menggunakan prinsip hukum laut internasional sehingga bisa terjalin penyelesaian secara damai.

Faizasyah menambahkan bahwa Indonesia memiliki perbatasan maritim dengan 10 (sepuluh) negara yaitu dengan Thailand (Landas Kontinen, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)), India (Landas Kontinen, ZEE), Malaysia (Laut Wilayah, ZEE, Landas Kontinen), Singapura (Laut Wilayah), Viet Nam (Landas Kontinen, ZEE), Filipina (ZEE, Landas Kontinen), Papua Nugini (ZEE, Landas Kontinen), Palau (ZEE , Landas Kontinen), Timor Leste (Laut Wilayah, Landas Kontinen, ZEE) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen).

“ Indonesia telah menyelesaikan sebagian penetapan batas maritim dengan India (Landas Kontinen), Thailand (Landas Kontinen), Malaysia (sebagian Laut Wilayah, Landas Kontinen), Singapura (sebagian Laut Wilayah), Vietnam (Landas Kontinen), Filipina (ZEE), Papua Nugini (ZEE, Landas Kontinen) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen),” kata Faizasyah.(es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *