Pertamina Naikkan LPG 12 Kg sebesar 18 Ribu per Tabung

BojonegoroToday – Pt. Pertamina (persero) menaikkan harga LPG 12 kg sebesar Rp.18.000 per tabung sejak Rabu (10/9/2014).  Kebijakan ini diambil guna menurunkan kerugian yang dialami Pertamina menjadi Rp. 5,7 triliun.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, di kantornya di Jakarta menyampaikan, Rabu (10/9), “”Kerugian selama lima tahun Rp 17 triliun, tapi setelah penaikan harga kerugian diprediksi Rp 5,7 triliun,”

Meski bisa menurunkan kerugian namun angka tersebut di atas proyeksi rencana kerja dan anggaran Pertamina pada tahun 2014 sebesar Rp. 5,4 Triliun berdasarkan asumsi standard harga yang digunakan di Asia Pasifik, CP Aramco, senilai USD 883 per metrik ton dengan nilai 1 dolar AS sebesar Rp. 10.500.

Kenaikan akan dilakukan secara bertahap setiap 6 bulan untuk menjaga daya beli masyarakat. Sesuai rencana, pada bulan Januari 2015 harga LPG nonsubsidi akan dinaikkan lagi sebesar Rp 1.500 per kilogram. Kenaikan yang bertahap ini diharapkan dapat mencapai nilai ekonominya pada awal bulan Januari 2016.

Kenaikan harga elpiji 12 kg ini diperkirakan akan membuat masyarakat berbondong-bondong beralih ke LPG 3 kg. Menanggapi hal tersebut pihak Pertamina menyatakan bahwa kuota pemerintah akan ketersediaan tabung 3 kg tetap mencukupi.

“Kemungkinan migrasi itu ada 2 persen. Dari kuota LPG 3 kg yang disediakan pemerintah cukup. Walaupun ada migrasi, kita pastikan cukup,” kata Hanung.

Sementara guna mengatasi pengopolosan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, Hanung menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian dan juga menerapkan sistem monitoring dalam pendistribusian LPG 3 Kg dengan aplikasi SIMoL3K (Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3Kg.(es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *