Ratusan CJH Jalur Non-Kuota Ditolak Masuk Saudi

Jamaah Haji dari Indonesia

Jamaah Haji dari Indonesia

BojonegoroToday – Ibadah haji menjadi bagian dari ritual Islam yang wajib dilakukan jika sudah terpenuhi syaratnya. Namun demikian tidak semua orang bisa menjalankannya karena berbagai faktor kendala, misalnya terkait perizinan untuk masuk ke lokasi haji di Makkah, Arab Saudi.

Setidaknya itulah yang kini dirasakan oleh sekitar 300 orang Indonesia yang ingin menunaikan haji namun terhalang masalah visa dan izin masuk.

Para jamaah haji ini merupakan jamaah dari jalur non kuota. Sehingga visa mereka bukan visa haji namun visa untuk tujuan lain, misal visa untuk ziarah, kunjungan kerja, atau via untuk bekerja.

Otomatis karena tidak memiliki izin yang memadai ke-300 jamaah haji Indonesia ini tidak diizinkan masuk ke Makkah. Mereka pun tertahan di Yaman. Demikian, Komisioner KPHI Agus Priyanto menyatakan di Makkah, Jumat kemarin (26/9/2014).

Untuk melakukan haji, para jamaah memang harus mengantongi visa khusus ibadah haji sesuai ketentuan di Indonesia maupun Saudi Arabia. Karena itu setiap tahun jamaah yang bisa berangkat haji harus melalui kuota yang disediakan oleh pemerintah.

Jika nekat melakukan haji dengan jalur non kuota, biasanya terdapat konsekuensi yang harus ditanggung jamaah. Misalnya tidak boleh masuk seperti yang dialami oleh 300 jamaah haji ini atau dideportasi ke Indonesia jika nekat haji dengan visa lain atau visa non-haji.

Sementara itu konsekuensi yang bisa diterapkan pada biro perjalanan yang memfasilitasi keberangkatan jamaah haji dengan jalur tak resmi atau jalur non kuota adalah sanksi tegas sesuai dengan Undang-Undang tentang penyelenggaraan ibadah haji. (es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *