Tujuh Lokalisasi Malang Hendak Ditutup Pemkab

Tujuh Lokalisasi Malang Hendak Ditutup Pemkab

BojonegoroToday – Pemerintah Kabupaten Malang ingin mengikuti jejak Pemerintah Surabaya dalam menghapus kawasan bisnis prostitusi atau lokalisasi di seputar Malang. Dilansir dari Beritasatu, Sabtu (6/9/2014) wacana pembersihkan Malang dari praktik asusila ini sudah lama digulirkan, namun pihak Pemkab Malang masih terkendala beberapa problem terkait prosesnya.

Kendala yang ada terletak pada strategi untuk menemukan formulasi yang tepat untuk mengalihfungsikan kawasan lokalisasi tersebut. Untuk pengalihfungsian ditekankan agar nantinya bisnis prostitusi tidak beroperasi lagi dan diganti dengan sentra yang bisa mendatangkan manfaat ekonomis bagi masyarakat. Terkait hal ini pihak Pemkab masih berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Koperasi dan UKM untuk mencari prospek yang sesuai untuk dikembangkan di kawasan tersebut.

Setidaknya sekitar tujuh lokalisasi baik legal maupun terselubung akan ditutup. Di antaranya Kebobang Wonosari, Kalikudu Pujon, Slorok Kecamatan Kromengan, Girun Kecamatan Gondanglegi, Embong miring di Kecamatan Ngantang, serta Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Penutupan selambat-lambatnya dilakukan pada tanggal 28 November nanti, agar saat Pemkab Malang merayakan HUT ke-1.254 kondisi Malang sudah bebas lokalisasi.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Abdul Malik, Pemkab Malang akan memberi tenggat waktu bagi tujuh lokalisasi di Jakarta untuk ditutup maksimal pada tanggal 28 November 2014.

Ia baru-baru ini menyatakan bahwa pihak Pemkab ingin ‘bersih-bersih’, terutama membersihkan daerah Malang dari praktik prostitusi. Langkah awal yang direncakan adalah penutupan tujuh lokalisasi dan hal itu  akan menjadi kado ‘manis’ bagi ulang tahun Kabupaten Malang pada bulan November nanti.

Ia menilai bahwa ketujuh lokalisasi akan diubah fungsinya agar tidak digunakan lagi setelah resmi ditutup. Lokalisasi di Suko, Kecamatan Sumberpucung akan dialihfungsikan menjadi pusat karaoke keluarga, lalu lokalisasi Kebobang di Kecamatan Wonosari akan dialihfungsikan menjadi pusat industri rumah tangga yang memproduksi olahan makanan khas ubi jalar Gunung Kawi atau ubi jalar ungu.

“Setelah ditutup, kami akan mengupayakan yang terbaik agar prostitusi tidak menjalar dan pindah di tempat lain,”pungkas Abdul Malik.

Rencana Pemkab dalam penutupan tujuh tempat prostitusi di Kabupaten Malang itu didukung MUI setempat. Di sisi lain pihak penghuni lokalisasi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) merasa resah dengan adanya rencana tersebut. (es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *