Waspada Radius 4 km, Luncuran Material Pijar Gunung Slamet hingga 1300 Meter

gunung slamet tampak dari pekalongan

BojonegoroToday – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis informasi tentang naiknya status Gunung Slamet ke level III yang berarti level siaga. Info tersebut dikeluarkan pasca aktivitas gunung di Jawa tengah tersebut meletus selama 38 kali diiringi hujan abu setinggi 200-1500 m dan lava pijar yang meluncur hingga 1300 meter, Kamis (11/9).

Dikonfirmasi ke pihak BPNB,  Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan bahwa secara visual cuaca Gunung Slamet terang dan kondisi angin tenang. Namun hasil pemantauan terlihat bahwa material pijar dari gunung membuat hutan savana yang terdiri dari semak belukar dan vegetasi di timur dan barat laut terbakar.

Sutopo menyatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun setidaknya Gunung Slamet telah mengalami 25 kali gempa letusan dan 83 kali gempa hembusan. Karena aktivitas ini masyarakat dihimbau untuk waspada dan menjauh dari cakupan radius 4 km dari puncak Gunung Slamet.

Untuk mengantisipasi bila terjadi erupsi Gunung Slamet, BNPB sudah memberikan sosialisasi terkait penanganan bencana serta pendampingan BPBD Jawa Tengah dan BPBD di lima kabupaten sekitar Gunung Slamet untuk menangani situasi erupsi.

Sejumlah BPBD pun berupaya untuk menyampaikan sosialisasi dan persiapan di sejumlah kabupaten sekitar Gunung Slamet seperti alat-alat dan logistik jika sewaktu-waktu terjadi bencana. BPBD Kabupaten Purbalingga bahkan telah melakukan simulasi dengan melibatkan masyarakat. (es)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *